Sabtu, 18 Mei 2024
Follow Us ON :
 
 
 
| Siak Terima Bantuan 1 Mobil Perpustakaan Keliling, Hut Ke 44 PERPURNAS | | Siak Expoversary Dan Pemkab Siak Taja Temu Bisnis 2024,Gaet Investor Asing | | Akses Vital Rusak, Ketua PWMOI Minta Pemkab Pelalawan Jangan Abaikan Keluhan Warga | | Gubernur Riau SF Hariyanto Menunjuk Roni Rakhmat sebagai Plt Kepala Disdik Riau | | Epy Kusnandar Aktor Preman Pensiun Ditangkap Kasus Narkotika | | Tersangka Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Rp1.1 M, Kepala BPBD Siak Langsung Ditahan
 
PT SISL Membandel, Diduga Sungai Kiyap Lagi-Lagi Tercemari Limbah
Minggu, 23-01-2022 - 16:36:47 WIB

TERKAIT:
   
 

PELALAWAN, DELIK RIAU - Sungai Kiyap Jaya kembali tercemar, diduga berasal dari limbah PT Sri Indrapura Sawit Lestari ( SISL) yang terletak di desa kerinci kiri, kecamatan kerinci kanan, kabupaten Siak, Riau, Sabtu (22/01/2022).

Lagi lagi membandel, PT SISL diduga sengaja membuang limbah ke aliran sungai Kiyap Jaya.

Diketahui oleh masyarakat Sungai Kiyap tampak menghitam pada Jumat 21 Januari 2022. Warga Desa Kiyap pun mulai resah karena aktifitas mereka terganggu sebab sungai yang biasa mereka gunakan untuk fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) kini tak bisa digunakan.

Pencemaran sungai ini tidak hanya kali ini saja, bahkan PT. SISL sudah pernah di laporkan oleh tokoh masyarakat Kiyap Jaya kepada pihak yang berwajib atas dugaan pencemaran lingkungan.

Dampak lingkungan yang di akibatkan cukup parah, namun PT.SISL seakan tidak perduli, tetap membandel dengan pencemaran lingkungan tersebut.

15 September 2021 lalu pihak pejabat sementara (PJ) Kiyap Jaya telah melakukan kesepakatan yang di tandatangani oleh pihak pejabat kepala Desa setempat dan di setujui/ditandatangani oleh Humas PT. SISL Wiko Andrianto. Diantara kesepakatan tersebut adalah ; pihak perusahaan tidak dibenarkan lagi membuang limbah ke sungai Kiyap, Normalisasi sungai dari jembatan PT SISL sampai ke jembatan RT10/RW04 jalan Kelompok Tani, penyebaran benih ikan di sungai Kiyap sebanyak 50.000 ekor bibit ikan air tawar, MCK Surau Suluk sebanyak 8 pintu.

Dari hasil pantauan awak media di sungai, Sabtu pukul 12.30wib Jajang (45) sopir, ketika ditanyai mengatakan, ternyata mobilnya mogok sudah 4 hari.

"Saya memancing di sini hari Jumat 22 Januari 2022. Mulai pagi Jumat airnya hitam pekat sampai hari ini (Sabtu) dan tak ada satu ekorpun ikan yang dapat, dari pada saya dimobil lebih baik saya coba mancing disini," jelasnya.

Saat di Konfirmasi Sabtu 22 Januari 2022 salah seorang warga inisial N (wanita) mengatakan, pagi tadi terlihat hitam pekat.

"Kalau dulu saya pernah mandi dengan kondisi air tercemar seperti ini, badan saya langsung gatal-gatal, orang lainpun juga gitu makanya kami langsung buat sumur bor," terang N.

Ketua RT.03/RW.07 Misnan menuturkan, biasanya Ia juga mancing di sana melimpah ikannya, tapi pagi tadi (sabtu) mancing lagi tak dapat seekor ikan pun.

"Selagi masih berdiri pabrik itu, tidak akan selesai masalah pencemaran lingkungan ini. Bahkan kami akan lakukan demo supaya pabrik itu di tutup. Dari dulu kayak gitu, mengulah, di selesaikan, mengulah lagi, tak akan ada selesai kalau tidak ada perubahan selain ditutup pabrik tu," ujar RT dengan kesalnya kepada awak media.

Hal senada disampaikan inisial DM (30) saat berkumpul warga bersama ketua RT.

Sementara Kades Herman saat dijumpai di kediamannya Sabtu 22 Januari mengatakan, waktu itu Ia sudah tidak menjabat, tetapi Iamewakili aspirasi masyarakat Kiyap mendatangi Pejabat Desa Kiyap Jaya minta di selesaikan dengan PT SISL menyangkut limbah.

"Setelah itu tidak ada lagi konfirmasi dengan saya dalam artian tidak ada penyelesaian dengan kami dari pihak masyarakat, dan selesai diantara mereka saja," ujar Kades.

"Sampai terakhir ada kesepakatan antara mereka dengan PT SISL," tambahnya.

Kades menerangkan bahwa belum semua permintaan masyarakat di penuhi, seperti MCK sampai sekarang belum, namun sungai sudah di normalisasi sebanyak 500M dan belum sampai target. Pada saat penebaran benih ikan ia ikut di bawa oleh pihak PT karena pada saat itu ia sudah sah menjadi kades terpilih namun belum dilantik. Penebaran benih ikan dikatakannya berkisar bulan Desember lalu dengan jumlah benih sekitar 4000 ekor bibit, sementara perjanjian adalah 50.000 ekor bibit ikan air tawar.

Saat ditanya mengenai permasalahan pencemaran sungai ia mengungkapkan kekecewaannya,kami kecewa, sangat kecewa dan sangat menyayangkan sekali persoalan itu apabila benar seperti itu adanya. Apalagi kami hendak mengadakan Tirakat Suluk pada bulan Februari 2022 di surau dekat sungai ini, dan balimau Kasai untuk menyambut bulan suci ramadhan.

"Kami akan ambil tindakan dengan menyurati kembali perusahaan kenapa bisa terjadi seperti itu. Kalau memang itu terjadi lagi memang harus di lakukan upaya hukum lagi jika perlu di demo," tambahnya.

Setelah pihak PT SISL Wiko di hubungi Kades, awak media bersama dengan Kades menuju lokasi tercemarnya sungai dan bersama-sama melihat kondisi sungai. Sesampainya di sungai sekira pukul 17.00 WIB air sungai sudah mengalami perubahan, tidak pekat lagi. Wiko langsung menunjukkan sungai dalam keadaan baik-baik saja dan langsung meminum air sungai tersebut untuk membuktikan bahwa air tidak tercemar.

Sementara pada saat awak media menawarkan sample air yang di ambil oleh warga bersama awak media pada saat air masih pekat, humas PT SISL itu tidak berani untuk meminumnya.

"Kami ini bukannya mengeluarkan biaya yang kecil Lo pak, membersihkan sungai,memberikan bibit itu bukan biaya yang kecil, tidak mungkin kita sembarangan aja," kata Wiko kepada awak media.

Sementara saat di tanya MCK, pihaknya mengatakan masih dalam proses.

"Yang namanya limbah, biota sungai itu sudah pasti mati, ya ngga?
Tapi sekarang kan memang sedang musim kemarau, dan memancing ikan itu kan tidak melulu harus dapat, nanti saya akan tekankan ke manajemen supaya tidak ada lagi pembuangan limbah," ujar Wiko.

Saat ditanya hasil tes labor oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Riau saat datang bersama ketua DPRD Kabupaten Pelalawan pada Tahun 2021 lalu. Silahkan bapak cek ke DLH Kabupaten Siak dan Pelalawan,“ jelas Wiko.

Dalam jangka waktu 35 jam air sudah mengalami perubahan namun masyarakat sempat memfoto dan memvideokan kondisi sungai saat masih dalam kondisi tercemar dan berwarna gelap/pekat. Demikian disaksikan warga Dusun Pasaon bahwa air masih tercium bau limbah pada sabtu sore.
(Tim/DR)



 
Berita Lainnya :
  • PT SISL Membandel, Diduga Sungai Kiyap Lagi-Lagi Tercemari Limbah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Siak Terima Bantuan 1 Mobil Perpustakaan Keliling, Hut Ke 44 PERPURNAS
    02 Siak Expoversary Dan Pemkab Siak Taja Temu Bisnis 2024,Gaet Investor Asing
    03 Akses Vital Rusak, Ketua PWMOI Minta Pemkab Pelalawan Jangan Abaikan Keluhan Warga
    04 Gubernur Riau SF Hariyanto Menunjuk Roni Rakhmat sebagai Plt Kepala Disdik Riau
    05 Epy Kusnandar Aktor Preman Pensiun Ditangkap Kasus Narkotika
    06 Tersangka Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Rp1.1 M, Kepala BPBD Siak Langsung Ditahan
    07 Wabup Husni Berikan Apresiasi Kepada Atlit, POPDA Kabupaten Siak Tahun 2024 Di Tutup
    08 Kompak Salurkan Dana Melalui Infaq Masjid Habiburrahman Kampung Benayah, Peduli Bencana Di Sumbar
    09 Keracunan Makanan 1 Santri Tewas Dari 14 Orang Di Rohil
    10 Ingatkan Perkuat Mitigasi Bencana, Mentri Pertahanan Prabowo Subianto Kunjungi Korban Banjir bandang Sumbar
    11 9 Personel Polda Sumsel Tertibkan Kendaraan ODOL Oleh Kapolda Irjen A Rachmad Wibowo
    12 MTQ ke 15 Resmi Dibuka Wabup Huzni Merza, Semoga Masyarakat Kecamatan Mempura Dapat Memaknai Isi Dan Cinta Alquran
    13 Siak Pastikan Kebutuhan Pokok Aman, Akibat Banjir Bandang Dan Longsor Melanda Sumbar
    14 Penyalahgunaan Narkotika, Satu Orang Pria Diamankan Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Siak
    15 Wabup Siak Hadiri Wisuda Ponpes Amanah Tarbiyah Islamiyah, Husni Berharap Wisudawan/Wisudawati Lanjutkan Ke Sekolah Agama
    16 Sejumlah Pemerintah Daerah Larang Sekolah Gelar Study Tour
    17 Pemkab Siak Mendapatkan Rekor MURI Sebagai Lift Pertama Di Indonesia, Lift Outdoor Jembatan TASL
    18 FPK Riau Kembali Melakukan Kunjungan Kerja Ke Kesbangpol Dan FPK-LMMMD Kota Dumai
    19 Belajar Kekota Tahu, Bupati Alfedri Bawa Sekdes Untuk Tingkatkan Kapasitas Aparatur Kampung
    20 Diduga Adanya Penyimpangan Penggunaan Anggaran Oleh Kadisdik Riau, Kejati Riau Tetapkan Tengku Fauzan Sebagai Tersangka
    21 Sekolah Harus Izin Kepala Dinas Yang Ingin Gelar 'Study Tour'
    22 122 Sekretaris Desa (Sekdes) Studi Tour di Kabupaten Sumedang Jawa Barat Bersama Bupati Alfedri, Tingkatkan Kapasitas Aparatur Kampung
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI