Jum'at, 09 Desember 2022
Follow Us ON :
 
 
 
| Persidangan Pedana Dilakukan Secara Online, Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Anggaran SMKN 1 Batam | | Nama Pejabat Tinggi Diduga Diperiksa Reskrimsus Polda Riau Efek Normalisasi Sungai Kerumutan | | Inspeksi Pimpinan, Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan RI Dr. Ali Mukartono, S.H., M.M., Datangi Kejari Pelalawan | | Masyarakat Desa Rantau Panjang Gelar Aksi Demontrasi Di Lokasi PT WSSI | | Ketua DPRD Siak Gelar Reses, Indra Gunawan: Senang Bertatap Muka dengan Masyarakat Siak | | Polsek Kotogasib Gelar Apel Siaga Gabungan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Siak
 
PT SISL Membandel, Diduga Sungai Kiyap Lagi-Lagi Tercemari Limbah
Minggu, 23-01-2022 - 16:36:47 WIB

TERKAIT:
   
 

PELALAWAN, DELIK RIAU - Sungai Kiyap Jaya kembali tercemar, diduga berasal dari limbah PT Sri Indrapura Sawit Lestari ( SISL) yang terletak di desa kerinci kiri, kecamatan kerinci kanan, kabupaten Siak, Riau, Sabtu (22/01/2022).

Lagi lagi membandel, PT SISL diduga sengaja membuang limbah ke aliran sungai Kiyap Jaya.

Diketahui oleh masyarakat Sungai Kiyap tampak menghitam pada Jumat 21 Januari 2022. Warga Desa Kiyap pun mulai resah karena aktifitas mereka terganggu sebab sungai yang biasa mereka gunakan untuk fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) kini tak bisa digunakan.

Pencemaran sungai ini tidak hanya kali ini saja, bahkan PT. SISL sudah pernah di laporkan oleh tokoh masyarakat Kiyap Jaya kepada pihak yang berwajib atas dugaan pencemaran lingkungan.

Dampak lingkungan yang di akibatkan cukup parah, namun PT.SISL seakan tidak perduli, tetap membandel dengan pencemaran lingkungan tersebut.

15 September 2021 lalu pihak pejabat sementara (PJ) Kiyap Jaya telah melakukan kesepakatan yang di tandatangani oleh pihak pejabat kepala Desa setempat dan di setujui/ditandatangani oleh Humas PT. SISL Wiko Andrianto. Diantara kesepakatan tersebut adalah ; pihak perusahaan tidak dibenarkan lagi membuang limbah ke sungai Kiyap, Normalisasi sungai dari jembatan PT SISL sampai ke jembatan RT10/RW04 jalan Kelompok Tani, penyebaran benih ikan di sungai Kiyap sebanyak 50.000 ekor bibit ikan air tawar, MCK Surau Suluk sebanyak 8 pintu.

Dari hasil pantauan awak media di sungai, Sabtu pukul 12.30wib Jajang (45) sopir, ketika ditanyai mengatakan, ternyata mobilnya mogok sudah 4 hari.

"Saya memancing di sini hari Jumat 22 Januari 2022. Mulai pagi Jumat airnya hitam pekat sampai hari ini (Sabtu) dan tak ada satu ekorpun ikan yang dapat, dari pada saya dimobil lebih baik saya coba mancing disini," jelasnya.

Saat di Konfirmasi Sabtu 22 Januari 2022 salah seorang warga inisial N (wanita) mengatakan, pagi tadi terlihat hitam pekat.

"Kalau dulu saya pernah mandi dengan kondisi air tercemar seperti ini, badan saya langsung gatal-gatal, orang lainpun juga gitu makanya kami langsung buat sumur bor," terang N.

Ketua RT.03/RW.07 Misnan menuturkan, biasanya Ia juga mancing di sana melimpah ikannya, tapi pagi tadi (sabtu) mancing lagi tak dapat seekor ikan pun.

"Selagi masih berdiri pabrik itu, tidak akan selesai masalah pencemaran lingkungan ini. Bahkan kami akan lakukan demo supaya pabrik itu di tutup. Dari dulu kayak gitu, mengulah, di selesaikan, mengulah lagi, tak akan ada selesai kalau tidak ada perubahan selain ditutup pabrik tu," ujar RT dengan kesalnya kepada awak media.

Hal senada disampaikan inisial DM (30) saat berkumpul warga bersama ketua RT.

Sementara Kades Herman saat dijumpai di kediamannya Sabtu 22 Januari mengatakan, waktu itu Ia sudah tidak menjabat, tetapi Iamewakili aspirasi masyarakat Kiyap mendatangi Pejabat Desa Kiyap Jaya minta di selesaikan dengan PT SISL menyangkut limbah.

"Setelah itu tidak ada lagi konfirmasi dengan saya dalam artian tidak ada penyelesaian dengan kami dari pihak masyarakat, dan selesai diantara mereka saja," ujar Kades.

"Sampai terakhir ada kesepakatan antara mereka dengan PT SISL," tambahnya.

Kades menerangkan bahwa belum semua permintaan masyarakat di penuhi, seperti MCK sampai sekarang belum, namun sungai sudah di normalisasi sebanyak 500M dan belum sampai target. Pada saat penebaran benih ikan ia ikut di bawa oleh pihak PT karena pada saat itu ia sudah sah menjadi kades terpilih namun belum dilantik. Penebaran benih ikan dikatakannya berkisar bulan Desember lalu dengan jumlah benih sekitar 4000 ekor bibit, sementara perjanjian adalah 50.000 ekor bibit ikan air tawar.

Saat ditanya mengenai permasalahan pencemaran sungai ia mengungkapkan kekecewaannya,kami kecewa, sangat kecewa dan sangat menyayangkan sekali persoalan itu apabila benar seperti itu adanya. Apalagi kami hendak mengadakan Tirakat Suluk pada bulan Februari 2022 di surau dekat sungai ini, dan balimau Kasai untuk menyambut bulan suci ramadhan.

"Kami akan ambil tindakan dengan menyurati kembali perusahaan kenapa bisa terjadi seperti itu. Kalau memang itu terjadi lagi memang harus di lakukan upaya hukum lagi jika perlu di demo," tambahnya.

Setelah pihak PT SISL Wiko di hubungi Kades, awak media bersama dengan Kades menuju lokasi tercemarnya sungai dan bersama-sama melihat kondisi sungai. Sesampainya di sungai sekira pukul 17.00 WIB air sungai sudah mengalami perubahan, tidak pekat lagi. Wiko langsung menunjukkan sungai dalam keadaan baik-baik saja dan langsung meminum air sungai tersebut untuk membuktikan bahwa air tidak tercemar.

Sementara pada saat awak media menawarkan sample air yang di ambil oleh warga bersama awak media pada saat air masih pekat, humas PT SISL itu tidak berani untuk meminumnya.

"Kami ini bukannya mengeluarkan biaya yang kecil Lo pak, membersihkan sungai,memberikan bibit itu bukan biaya yang kecil, tidak mungkin kita sembarangan aja," kata Wiko kepada awak media.

Sementara saat di tanya MCK, pihaknya mengatakan masih dalam proses.

"Yang namanya limbah, biota sungai itu sudah pasti mati, ya ngga?
Tapi sekarang kan memang sedang musim kemarau, dan memancing ikan itu kan tidak melulu harus dapat, nanti saya akan tekankan ke manajemen supaya tidak ada lagi pembuangan limbah," ujar Wiko.

Saat ditanya hasil tes labor oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Riau saat datang bersama ketua DPRD Kabupaten Pelalawan pada Tahun 2021 lalu. Silahkan bapak cek ke DLH Kabupaten Siak dan Pelalawan,“ jelas Wiko.

Dalam jangka waktu 35 jam air sudah mengalami perubahan namun masyarakat sempat memfoto dan memvideokan kondisi sungai saat masih dalam kondisi tercemar dan berwarna gelap/pekat. Demikian disaksikan warga Dusun Pasaon bahwa air masih tercium bau limbah pada sabtu sore.
(Tim/DR)



 
Berita Lainnya :
  • PT SISL Membandel, Diduga Sungai Kiyap Lagi-Lagi Tercemari Limbah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Persidangan Pedana Dilakukan Secara Online, Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Anggaran SMKN 1 Batam
    02 Nama Pejabat Tinggi Diduga Diperiksa Reskrimsus Polda Riau Efek Normalisasi Sungai Kerumutan
    03 Inspeksi Pimpinan, Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan RI Dr. Ali Mukartono, S.H., M.M., Datangi Kejari Pelalawan
    04 Ketua DPRD Siak Gelar Reses, Indra Gunawan: Senang Bertatap Muka dengan Masyarakat Siak
    05 Polsek Kotogasib Gelar Apel Siaga Gabungan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Siak
    06 Masyarakat Kerinci Keluhkan Jaringan WiFi Centro Network
    07 Tekan Laju Inflasi, Pemkab Pelalawan Laksanakan Operasi Pasar di 6 Titik Kecamatan
    08 Belum Juga Terealisasi Benteng di Aliran Sungai, Akses jalan RSUD, MKI dan Graha Dilanda Banjir
    09 Masyarakat Desa Rantau Panjang Gelar Aksi Demontrasi Di Lokasi PT WSSI
    10 Pelaku Pelecehan Terhadap Siswi MTs di Siak Berhasil Ditangkap Polisi, Ketua DPRD Siak Apresiasi Kinerja Polres Siak
    11 JMSI Pelalawan Lakukan Kunjungan ke Beberapa Media di Ibu Kota
    12 Masyarakat Siak Resah, Cafe Remang-remang Semakin Meraja Lela Di Jalan Baru Dayun
    13 Diduga Tidak Berbadan Hukum, Kadiskominfo Pelalawan Laporkan Media Siber ke Dewan Pers
    14 Camat Acil Esyno resmi Buka Pelepasan Jalan Sehat Bermasa yang Ditaja Korwil Pendidikan Bukit Batu
    15 Diduga Asal Jadi, Pengerjaan Jalan di Desa Sari Mulya jadi Sorotan Publik
    16 Bertabur Hadiah, Korwil Pendidikan Bukit Batu Gelar Jalan Sehat Bermasa
    17 Ditresnarkoba Adakan Healing dan Konseling untuk Pasien Ketergantungan Obat
    18 Peringati Hari Guru Nasional, DPC PKS Lakukan Kunjungan ke Sekolah-sekolah di Pangkalan Kerinci
    19 APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan
    20 Berkah Dihari Guru, Kapolres Siak Wujudkan Mimpi Suryati Miliki Sepeda Motor Baru
    21 84 Perusahaan Tak Kantongi Izin HGU Akan Ditindak, Secepatnya Kejati Riau Bentuk Tim Terpadu
    22 Peringati Hari Guru,Dukung Proses Belajar Mengajar Polres Siak Polda Riau Beri Tablet Berisi Aplikasi E-Library Presisi Polda Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI