Rabu, 15-08-2018 - 14:41:14 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Perdana Di Siak, Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan IPA Baja INDOOR | | Pemkab Siak Persiapkan Pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Desember Mendatang di Kandis | | Dukung Peningkatan Produksi Pertanian, Bupati Alfedri Ajak Petani Manfaatkan Program KUR | | Giat Kunjungan Kapolda Riau ke Polres Pelalawan | | Lahan Gambut Hangus Terbakar Di Konsesi PT. Arara Abadi, Camat Bunut Turun Ke Lokasi | | Disdagperin Bengkalis Salurkan 233 Paket Sembako Murah Melalui Pemdes Sungai Nibung
 
Amir Hamzah : "Ini khan juga mencoreng nama baik Melayu Riau"
Diduga Penulis dan Penerbit Buku Cetak BMR Tingkat SMP Fitnah Desa Sekijang
Rabu, 15-08-2018 - 14:41:14 WIB
Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST), Amir Hamzah
TERKAIT:
 
  • Diduga Penulis dan Penerbit Buku Cetak BMR Tingkat SMP Fitnah Desa Sekijang
  •  

    KAMPAR, DELIKRIAU - Menyikapi permasalahan fitnahan terhadap desa sekijang kecamatan Tapung Hilir yang ditulis dibuku cetak pelajaran SMP kelas IX hingga saat ini belum menemukan titik terang tentang siapa yang harus bertanggung jawab, Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST) berencana pada Kamis (16/8/2018) pagi akan mendatangi LAM Riau.

    Fitnahan yang ditulis pada buku cetak mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) tingkat SMP kelas IX tersebut menceritakan tentang desa sekijang kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar sebagai desa yang dahulunya tempat pasangan pengantin kawin lari, dan kawin lari juga sudah menjadi adat istiadat desa itu.

    Hal ini membuat keluarga besar sungai Tapung marah, karna merasa Tapung dilecehkan, dan yang membuat masyarakat Tapung gusar didalam buku itu juga mengatakan adat istiadat kawin lari itupun disebutkan masih berlangsung hingga saat ini.

    Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST), Amir Hamzah, Selasa (14/8/2018) siang saat dijumpai delikriau.com mengatakan ia akan mendatangi LAM Riau bersama beberapa masyarakat Tapung lainnya guna menanyakan sejauh apa LAM Riau dalam mengawasi penerbitan buku pelajaran Budaya Melayu Riau tersebut.

    "LAM khan Lembaga Adat Melayu di Proovinsi Riau, kok bisa adat istiadat sekijang yang juga bagian dari kami Tapung sebagai orang Melayu dikatakan seburuk ini?, Ini khan juga mencoreng nama baik Melayu Riau", jelasnya.

    Sementara Anggota Dewan komisi I Kampar dari partai Demokrat, Said Ahmad Kosasi mengatakan ia sangat kecewa dengan kejadian tersebut, saat dihubungi via telepon pada siang tadi Rabu (15/8/2016). Anggota Dewan asal Tapung ini juga meminta dinas pendidikan Provinsi Riau untuk menarik buku yang telah menaifkan sejarah Tapung.

    "Kami sangat menyayangkan adanya buku dengan muatan yang menaifkan atau membuat sejarah Tapung secara negatif, kita meminta dinas pendidikan Provinsi Riau untuk menarik buku itu dan mengklarifikasi sejarah Tapung sebagaimana  yang  diminta oleh tokoh tapung", sebutnya.

    Lebih lanjut Said Ahmad menambahkan apabila penerbit atau penulis buku tersebut mendapatkan cerita sejarah tersebut dari nara sumber yang tidak benar, maka akan ia akan menuntut nara sumber pembuat sejarah tersebut.

    "Apabila penulis dan penerbitnya mendapatkan cerita dari pembuat cerita sejarah itu hingga terjadi penyimpangan sejarah kearah yang tidak baik, maka kita akan menuntut pengarang sejarah itu", tambahnya.

    Sampai saat ini Keluarga Besar Sungai Tapung masih mencari pihak yang bertanggung jawab atas permasalahan tersebut. (Raf).



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Penulis dan Penerbit Buku Cetak BMR Tingkat SMP Fitnah Desa Sekijang
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Giat Kunjungan Kapolda Riau ke Polres Pelalawan
    02 Dukung Peningkatan Produksi Pertanian, Bupati Alfedri Ajak Petani Manfaatkan Program KUR
    03 Disdagperin Bengkalis Salurkan 233 Paket Sembako Murah Melalui Pemdes Sungai Nibung
    04 Pemkab Bengkalis Salurkan BLT ODP PMI kepada 4.107 Penerima
    05 Pemkab Siak Persiapkan Pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Desember Mendatang di Kandis
    06 Lahan Gambut Hangus Terbakar Di Konsesi PT. Arara Abadi, Camat Bunut Turun Ke Lokasi
    07 Perdana Di Siak, Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan IPA Baja INDOOR
    08 Praktisi Hukum Apul Sihombing SH MH Minta Penegak Hukum Dan Instansi Terkait Untuk Memproses Kasus Karhutla Di Pelalawan
    09 Bupati Alfedri Hadiri Rakor Karhutla Provinsi Riau
    10 Ketua Fraksi Golkar Desak Penegak Hukum Proses Dugaan Karlahut PT Arara Abadi
    11 Bupati Suyatno Instruksikan, Pengerjaan Hutan Kota Harus Tepat Waktu
    12 Ketua Forikan Siak Latih Kaum Ibu di Kandis dan Minas Mengolah Pangan Berbahan Ikan
    13 Tidak Hentinya Polres Meranti Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat
    14 Kades Air Terjun Dan Pemuda Tambun Kecewa, Intansi Terkait Diduga Tidak Berani Menindak Lanjuti Keluhan Masyarakat
    15 Plh Bupati Bengkalis Aktifkan Kembali Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    16 Perubahan Status Dokter Aisyah Hanya Dikembalikan ke Fungsional, Ini Penjelasan Kepala BKD Meranti
    17 PT SP Diduga Menanam Sawit Diatas Kuburan Dan Termasuk Daerah Aliran Sungai Pun Ditanami
    18 Bupati Alfedri, Buka Kejuaraan Tenis Lapangan Piala Pelti Cup Siak 2020
    19 Inyak Allah, Transportasi Selatpanjang-Pekanbaru Via Buton Sudah Normal
    20 PPDB SDN 005 Desa Kiyap Jaya Tidak Berbasis Online
    21 Hadiri Penyaluran BLT, Camat 3T Imbau Warga Jangan Main Api
    22 Kebakaran Hutan Kembali Terjadi di Kecamatan Pangkalan Kerinci
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI