Rabu, 01-07-2020 - 18:28:27 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Akibat Salah Paham dan Mengkomsumsi Narkoba, Pelaku Pembacokan Di Dayun Akhirnya Tertangkap | | Kegiatan Keramaian, Jika Sudah Kantongi Surat Rekomendasi dari Gugus Tigas Covid-19 | | Hari Terakhir Ops Patub Lancang Kuning 2020, Sat Lantas Polres Pelalawan Bagikan Kotak P3K, Helm Dan 187 Kendaraan Ditilang | | Percam Lubuk Dalam Salurkan BST Kemensos RI Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 | | Pemkam Suak Merambai Salurkan BLT-DD Tahap I II dan III Kepada Warga Yang Terdampak Covid-19 | | 245 KK Kampung Benhul Terima BST Tahap III Untuk Masyarakat Yang Terkena Dampak Covid-19
 
Data Bansos Masih Amburadul, Pj Sekda Siak Berjanji Evaluasi Kembali
Rabu, 01-07-2020 - 18:28:27 WIB

TERKAIT:
 
  • Data Bansos Masih Amburadul, Pj Sekda Siak Berjanji Evaluasi Kembali
  •  

    SIAK, DELIKRIAU - Data Bansos dari Dinas Sosial yang masih tumpang tindih dan ganda akan dievaluasi untuk ke depan agar tepat sasaran.

    Penjabat (Pj) Sekda Siak, Jamaluddin mengaku kaget adanya temuan data bansos Covid-19 yang masih amburadul, bahkan angkanya mencapapai 1.400 KK yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Siak.

    "Waktu rapat kemaren, jumlahnya tak sebanyak itu. Tapi nanti akan kita evaluasi lagi. Saya akan panggil instansi terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini," kata Jamaluddin kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

    Menurutnya, angka data penerima manfaat bansos sembako yang bersumber APBD untuk penanganan Covid-19 di Siak itu tidak seperti yang diberitakan.

    "Rasanya tak sebanyak itu lah. Tapi, ya sudahlah, tak usah kita perdebatkan lagi. Saya janji akan memanggil Dinas Sosial untuk menuntaskan persoalan ini. Apalagi kemaren saya baca juga ada pernyataan dari Ketua DPRD Siak terkait masalah data bansos ini," ujar Jamal.

    Lebih lanjut Jamal menyampaikan bahwa menjelang penyaluran bansos tahap II pertengahan bulan Juli 2020, Pemkab Siak terus melakukan perbaikan terhadap data penerima bansos. Sehingga, tidak ada lagi persoalan saat realisasi di lapangan, seperti penyaluran tahap I beberapa waktu lalu.

    "Perlu juga dipahami, proses penyaluran bansos tahap I waktunya sangat mepet. Sebab, menjelang lebaran semuanya harus selesai. Jadi wajar saja kalau ada kesalahan data di lapangan. Tapi ini menjadi catatan kita untuk penyaluran tahap II," tegas Jamaluddin.

    Sebelumya, Ketua DPRD Siak Azmi mengaku kaget adanya informasi terkait bantuan bansos Covid-19 yang datanya amburadul. Dia menyarankan agar Pemkab Siak melalui instansi terkait agar secepatnya menyelesaikan persoalan ini. Sehingga, pada penyaluran tahap II masalah data yang amburadul ini tak ditemukan lagi.

    "Dari awal saya sudah ingatkan Pemkab Siak agar jangan main-main dengan data penerima bansos Covid-19 ini. Buktinya, masih ditemukan  sebanyak 1.400 kepala keluarga (KK) di Siak yang datanya kacau. Saya ingatkan lagi, persoalan data yang kacau ini harus segera dievaluasi," tegas Azmi saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.

    Disebutkan legislator Partai Golkar ini, persoalan Covid-19 menjadi perhatian semua pihak, sebab dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat besar. Untuk itu, Pemkab Siak harus lebih hati-hati melakukan pendataan bagi warga yang berhak mendapatkan bansos Covid-19 tersebut.

    "Ikuti saja aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Kalau teknisnya, tentu Pemkab Siak melalui instansi terkait lebih paham. Intinya, jangan sampai bansos Covid-19 salah sasaran, sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat," tegas Azmi.

    Plt Kepala Dinas Sosial, Robiati melalui sekretarisnya Wan Idris menegaskan,  data penerima bansos merupakan usulan dari desa atau kelurahan yang diverifikasi pihak kecamatan sebelum diserahkan ke Dinas Sosial.

    "Aturan ini sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 34 tentang pengusulan keluarga penerima manfaat bantuan sosial Covid-19. Untuk tahap I, kita sudah salurkan sembako senilai Rp250 ribu berdasarkan data yang diajukan pihak kecamatan," kata Wan Idris kepada wartawan pekan lalu.

    Dia menjelaskan, penyaluran bansos Covid-19 tahap I sudah sesuai. Kalau ada data ganda atau tumpang tindih pihak kecamatan sudah menginstruksikan agar diganti pihak desa atau kelurahan dengan warga lain yang membutuhkan.

    "Sembako yang kita serahkan berupa beras 10 kg, gula, minyak makan dan ikan kaleng dengan total biaya Rp250 ribu per paket. Ditambah dana bansos dari Pemprov Riau Rp300 ribu," jelasnya.

    Wan Idris mengakui, adanya kesalahan data penerima bansos di Siak yang mencapai 1.400 KK. Namun, persoalan itu sudah ditindaklanjuti kecamatan untuk diserahkan kembali kepada pihak desa. 

    "Data 1.400 KK yang salah itu sudah diperbaiki masing-masing desa. Intinya, untuk tahap I penyaluran bansos di Siak sudah selesai. Kita menunggu tahap II sekitar pertengahan bulan Juli nanti," ujarnya.

    Untuk data penerima sembako Covid-19 di Kabupaten Siak tahap I berjumlah 16.850 paket. Sedangkan yang menerima bantuan BLT Pemprov Riau sebanyak 18.034 KK.

    "Jadi jumlah 18.034 KK untuk BLT provinsi senilai Rp300 ribu per KK ini rinciannya 16.850 KK dari data Pemkab Siak ditambah Bantuan Sosial Pangan (BSP) Murni 1.184 KK. Informasi yang diterima, bansos dari Pemprov itu segera disalurkan ke Siak melalui Bank Riaukepri," tutup Wan Idris. (Adv)



     
    Berita Lainnya :
  • Data Bansos Masih Amburadul, Pj Sekda Siak Berjanji Evaluasi Kembali
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kegiatan Keramaian, Jika Sudah Kantongi Surat Rekomendasi dari Gugus Tigas Covid-19
    02 Akibat Salah Paham dan Mengkomsumsi Narkoba, Pelaku Pembacokan Di Dayun Akhirnya Tertangkap
    03 Hari Terakhir Ops Patub Lancang Kuning 2020, Sat Lantas Polres Pelalawan Bagikan Kotak P3K, Helm Dan 187 Kendaraan Ditilang
    04 Pasien positif Covid-19 di Kabupsten Pelalawan Berjumlah 16 orang Sembuh 3 orang
    05 Polsubsektor Pelalawan Melaksanakan Patroli Karhutla, Sekalian Pengecekan Kanal Bloking Dibuat oleh CV Arya Bumi Riau Teknik
    06 Pilkada Bengkalis 2020, Aktivis Mahasiswa dan Generasi Milenial Dukung Program Pendidikan AMAN
    07 Polsek Sei Kijang Laksanakan Kegiatan Kebiasaan Adaptasi Baru Covid-19
    08 Reses Anggota DPD-RI, MISHARTI Serap Aspirasi Warga Desa Kiyap Jaya Pelalawan Riau
    09 Festival Siak Bermadah Ikut Dalam Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020
    10 5 Agustus 2020, Pemkab Meranti Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Bagi Pelajar Tingkat SMP Sederajat
    11 Tetap Kedepankan Independen, PWI Bengkalis "Welcome" Kepada Siapapun
    12 Curi 3 Kardus Rokok, Pasutri Asal Dayun Siak Berhasil Ditangkap Polsek Tapung Hilir Kampar
    13 Guna Cegah C3, Personil Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Patroli di Perumahan Penduduk yang Ditinggal Liburan
    14 Masuk Dalam Bursa Calon Kepala Daerah Pilkada Bengkalis 2020, Iyeth Bustami Berpotensi Sapu Suara Swing Voters
    15 Produksu Pertanian Holtikultur Tak Terkendala pandemi, Bupati Alfedri Bersama Warga Panen Semangka
    16 Sambagi Rumah Korban Kebakaran Warga Minas Barat, Bupati Alfedri Serahkan Bantuan dan Uang Tunai
    17 Pondok Pesantren Kembali Di Buka, Ini Pesan Bupati Alfedri
    18 Kapolsubsektor Pelalawan Zulmaheri Lakukan Penerapan Pola Adaptasi Untuk Menghadapi Wabah Virus Covid-19
    19 Polsek Bandar Sei Kijang Bersama Masyarakat Berhasil Tangkap2 orang Diduga Pelaku Curanmor
    20 Safari Jum'at, H.Alfedri: Menjaga Kebersihan Diri Dan Lingkungan Langkah Terbaik Dalam Memerangi Penyebaran Covid-19
    21 Bupati Alfedri: Mari Bersama Kita Mengambil Ibrah Dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim
    22 Hari Raya Idul Adha 1441 H, Rahmah Yenny Kembali Sumbang Hewan Qur'ban Satu Ekor Sapi di Desa Sepahat
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI