Rabu, 07-04-2021 - 16:51:01 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Berikan Pelayanan Maksimal, UPT Samsat Taluk Kuantan Akan Buka UP Samsat di Kecamatan Kuantan Hilir | | Camat Taufik Apresiasi Bumdes Selari Indah Cemerlang, Berhasilnya Panen Raya Cabe Merah dan Jagung | | Sambut Ramadhan IKBMP Goro dan Ziarah Kubur Di Pemakaman Lama | | Pemkab Bengkalis Akan Terapkan Program Pembinaan Umat, Pengajian Satu Ustad Satu Desa | | Wakil Ketua DPRD Bengkalis Syahrial Tuntaskan Reses 8 Titik di Pulau Rupat | | Lulus Jadi Polisi, Kisah Anak Tukang Sate Sujud dan Cium Kaki Bapak Depan Komandannya
 
Praktek Sulap Bahan Bakar Minyak, Diduga BBM Subsidi Jadi Industri
Rabu, 07-04-2021 - 16:51:01 WIB

TERKAIT:
 
  • Praktek Sulap Bahan Bakar Minyak, Diduga BBM Subsidi Jadi Industri
  •  

    PELALAWAN, DELIK RIAU – Hidup enggan, mati tak mau’ pepatah itu akan keluar dalam benak kita apabila melihat kondisi bangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.2836109 yang berada di Jalan Lintas Timur, KM 78, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau

    Tetapi anggapan itu akan terbantah jika dilihat aktivitas SPBU PT KSO tersebut saat memasuki malam hari, bagaimana tidak, fungsi dari usaha yang menyediakan bahan bakar minyak jenis Premium, Pertalite, Solar, Dexlite, Pertamax Turbo, Bio Solar itu disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan besar dalam bidang industri.

    Salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, kekesalannya, "Kami yang tinggal di pinggir sungai yang punya sampan Robin nelayan, sangat sulit mengisi minyak dengan jerigen 5 liter, tetapi saya lihat hampir setiap tengah malam selalu  ada mobil yang mengisi minyak menggunakan jerigen 35L."

    "Kami bawa jerigen 5L mintak isi minyak, tapi di tolak oleh orang SPBU, sedangkan tengah malam bisa pakai jerigen 35L , padahal nelayan butuh," kata warga kepada wartawan delikriau.com Rabu (07/04/21)

    Tambahnya, sekarang sudah susah minyak, kalaupun ada, SPBU bukanya tengah malam mungkin biar bebas mereka mengisi tengah malam.

    "Banyak yang mengisi minyak pakai jerigen, dan SPBU tersebut didatangi dari langgam, siak. di situlah mereka mengambil minyak dengan bebas, sedangkan kami sebagai nelayan hanya ingin mengisi 5L sebagai bahan bakar untuk kami berlayar tak bisa. Kalau tidak percaya datang saja ke SPBU itu saat ada minyak, dan lihatlah mobil- mobil yang mengantri tengah malam itu pasti isinya jerigen semua," cerita nelayan dengan geram. 

    Untuk saat ini, setiap kami mengisi jerigen 5L sudah diperbolehkan, tetapi minyaknya selalu kosong, kecuali tengah malam dibuka.

    Sudah jelas BBM sulit di dapat, selagi ada, malah kami tak bisa mendapatkannya. sehingga kami terkendala mencari ikan," ungkapnya

    YS (42), salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi SPBU mengaku, setiap malamnya melihat aktivitas tidak wajar berupa menyalin minyak subsidi ke jerigen dan diangkut menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

    Berdasarkan penelusuran YS, bahan bakar yang seharusnya digunakan bagi masyarakat umum itu nantinya akan dikirim kembali ke lokasi-lokasi proyek yang menggunakan alat berat untuk beroperasi, salah satunya seperti proyek pembangunan Jembatan Nilo II yang tidak jauh dari lokasi SPBU.

    “Bahan Bakar bersubsidi itu nanti akan disuplai kembali ke lokasi-lokasi proyek yang menggunakan alat berat. Kalau untuk harga tentu jauh berbeda antara BBM Industri dengan subsidi, disini ada keuntungan yang cukup menggiurkan,” terangnya.

    Dalam menjalankan praktek illegal ini, dikatakan YS ada kerjasama yang baik antara pengelola SPBU dengan pelaku yang menyulap BBM Subsidi tersebut menjadi BBM serangan Industri. Sebab ada beberapa kendaraan roda empat seperti telah disediakan yang diparkir masih dalam lingkungan SPBU. Begitu juga dengan penegak hukum, diduga pura-pura tidak tahu dengan aktivitas yang dapat merugikan negara itu.

    Dimana terdapat aturan yang melarang seluruh kegiatan industri untuk menggunakan bahan bakar subsidi yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat dan angkutan umum, bahkan sanksi yang dikenakan bagi pelaku juga sangat jelas dalam undang-undang.

    “Aroma konspirasi dalam menyulap BBM Subsidi menjadi BBM Industri ini sangat kental, mulai dari pelaku, pengelola SPBU dan penegak hukum. Padahal jenis usaha yang menggunakan alat berat untuk beroperasi itu digolongkan pada kelas industri,” paparnya.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU PT KSO belum mau memberikan tanggapan terkait aktivitas terlarang di arealnya, ditambah lagi petugas pengisi bahan bakar sangat tertutup saat ditanya siapa yang mengelola dan bertanggung jawab di SPBU yang buka 24 jam tersebut.

    Sebagai informasi, penyalahgunaan BBM bersubsidi melanggar Pasal 55 juncto Pasal 56 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

    Selai itu juga ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, yang mengatur tentang pengguna BBM tertentu termasuk Solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum.

    Sementara Pihak SPBU belum dapat dikonfirmasikan sampai berita ini kita terbitkan. (DR/YS)



     
    Berita Lainnya :
  • Praktek Sulap Bahan Bakar Minyak, Diduga BBM Subsidi Jadi Industri
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Berikan Pelayanan Maksimal, UPT Samsat Taluk Kuantan Akan Buka UP Samsat di Kecamatan Kuantan Hilir
    02 Camat Taufik Apresiasi Bumdes Selari Indah Cemerlang, Berhasilnya Panen Raya Cabe Merah dan Jagung
    03 Sambut Ramadhan IKBMP Goro dan Ziarah Kubur Di Pemakaman Lama
    04 Pemkab Bengkalis Akan Terapkan Program Pembinaan Umat, Pengajian Satu Ustad Satu Desa
    05 Wakil Ketua DPRD Bengkalis Syahrial Tuntaskan Reses 8 Titik di Pulau Rupat
    06 Kejari Bersama PWRI Kuansing Bagikan Masker Dan Paket Sembako Gratis Kepada Masyarakat Kurang Mampu
    07 Mantap, Pelajar SD/SMP IT Al Hidayah Sungai Pakning Ditempa Jadi Pengusaha Islami
    08 Dedi Handoko Secara Resmi Lantik Empat Kab/Kota Pengurus Perbakin
    09 Praktek Sulap Bahan Bakar Minyak, Diduga BBM Subsidi Jadi Industri
    10 Jemput Dana Pusat Gesa Pembangunan Bidang Olahraga, Bupati Adil Kunjungi Kemenpora RI
    11 Bupati Terpilih Hadiri Silaturahmi Mubalig dan BKM Sekecamatan Pangkalan Kerinci
    12 Tiada Henti, HMI Cabang Kepulauan Meranti Tampil Bantu Masyarakat
    13 Diduga Merugikan Negara Mencapai 1,1 M, Kasubbag Keuangan Camat Kandis Resmi Di Tahan Kejari Siak
    14 Bupati Terpilih Yang Akan Dilantik Pada Tanggal 26 April 2021, H. Zukri Punya Strategi Dalam Penurunan Stunting
    15 Tokoh Masyarakat Meranti dukung Program Bupati Adil Sejahterakan Masyarakat Dengan 7 Program
    16 Project Jembatan Nillo Kerinci, Perusahaan Diduga Gunakan BBM Subsidi
    17 Wabup Meranti H. Asmar Tutup MTQ Ke-12 Kabupaten Meranti 2021, Tebing Tinggi Pertahankan Gelar Juara Umum
    18 Usulan Masyarakat Kampung Harapan, Insya Allah Akan Di Perjuangkan
    19 Bagus Santoso Minta PMD dan Bagian Hukum Kaji Perbatasan Desa Lubuk Gaung dan Bandar Jaya
    20 Jelang Pelantikan di Pekanbaru, Pengurus PWRI Kuansing Terus Gelar Pertemuan
    21 Makam Tua Datuk Malin Kuning Di PT Adei, Ninik Mamak, Minta Kembalikan Lahannya
    22 Bupati Alfedri Secara Resmi Tutup STQ Kecamatan Tualang Siak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI