Rabu, 01 Februari 2023
Follow Us ON :
 
 
 
| Ketua DPRD Siak Angkat Bicara Terkait Pekerja Tewas Di PT BSP | | Wabup Siak Jadi Pembina Apel Senin Bersama, Ini Pesan Husni | | Audensi bersama Bupati Bengkalis, Kasmarni Akan Hadir Pelantikan JMSI | | Sempena HPN Ke-77, PWI Riau Gelar Baksos Donor Darah PEKANBARU, DELIK RIAU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) donor darah dalam rangka | | Bupati Afrizal Sintong Resmikan Rumah Sakit Awal Bros yang Termegah dan Terlengkap di Rohil | | MPC PP Bengkalis Utus 22 Anggota Ikuti Diklat Kaderisasi
 
Pemerintah Imbau Masyarakat Tenang Soal Pelemahan Rupiah
Sabtu, 28-04-2018 - 11:00:37 WIB

TERKAIT:
   
 

JAKARTA, DELIKRIAU - Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini. Salah satunya karena penguatan nilai tukar dolar AS saat ini mempengaruhi hampir semua mata uang di dunia, bukan hanya Indonesia.

"Kalau kita lihat dua hari terakhir saat penguatan dolar sangat terasa, beberapa negara maju bahkan depresiasi di atas 2 persen. Bahkan India melakukan depresiasi lebih besar karena mereka ingin memacu ekspornya," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, Kamis (26/4).

Seperti diketahui, dalam pekan ini, kurs rupiah sempat menyentuh level 14.000 per dolar AS. Kurs rupiah juga terus bergerak fluktuatif di posisi 13.880-13.900 per dolar AS.

Lebih jauh, Sri Mulyani juga menilai pelemahan rupiah sebetulnya tak sepenuhnya buruk. Sebab, ada dampak positif dari jatuhnya kurs rupiah yang malah memacu kinerja ekspor.

Di lain sisi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo mengingatkan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) untuk segera melakukan langkah antisipasi atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi indikator penting bagi perekonomian nasional, salah satunya akan terjadi peningkatan konsumsi kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran," ujar Bambang seperti dilansir tempo.co.

Sementara itu, Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada meminta BI mencari cara yang lebih efektif untuk menahan laju pelemahan rupiah. Ia mengungkapkan, sinyal kepanikan pelaku pasar perlahan mulai terlihat, dari arus dana keluar atau capital outflow di pasar modal.

"Pelaku pasar secara psikologis khawatir pelemahan nilai tukar akan membuat kinerja emiten terkena dampak, sehingga mereka cenderung melakukan aksi jual," ujarnya.

Reza menuturkan, pelaku pasar cenderung memperkirakan pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut hingga pertemuan rutin bulanan Bank Sentral AS yang akan memberikan kepastian kenaikan Fed Fund Rate Mei nanti. "Kalau kondisi ini nggak bisa ditahan oleh BI, bisa saja tembus ke level Rp14.075-14.100," katanya. Padahal, imbuhnya, sentimen indikator perekonomian di dalam negeri terkendali, sehingga tak perlu dikhawatirkan.

BI dan pemerintah diharapkan bisa menempuh langkah strategis lain untuk mendukung penguatan rupiah, seperti meningkatkan kinerja ekspor hingga mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate yang saat ini masih dipertahankan di level 4,25 persen. "Ini untuk kembali melebarkan selisih dengan Fed Funds Rate yang sekarang sudah 1,5-1,75 persen," katanya.

Ekonom Asian Development Bank, Eric Sugandi berujar, opsi menaikkan suku bunga acuan bisa menjadi satu langkah yang efektif untuk menghentikan pelemahan rupiah. "Kalau pelemahan rupiah ini tetap berlanjut dan menembus level Rp14.000, bisa saja BI 7 Days Repo Rate naik pada Rapat Dewan Gubernur berikutnya," ujarnya.

Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro menambahkan, meskipun BI sudah melakukan intervensi sangat dalam menggunakan cadangan devisa, peluang untuk menaikkan suku bunga acuan masih terbuka. "Apalagi Fed Fund Rate naik, jadi bukan hanya mengimbangi ini, tapi juga sebagai upaya untuk menjaga rupiah walaupun inflasi sesuai target," katanya.

Kenaikan yang mungkin dilakukan BI diperkirakan hanya sebesar 25 basis poin. "Namun dampaknya juga akan mendorong kenaikan bunga perbankan juga, padahal bunga kredit kan belum turun banyak, dan demand kredit belum tinggi," katanya.

Menanggapi kemungkinan untuk menaikkan BI 7 Days Repo Rate, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar berujar hingga saat ini lembaganya masih memantau perkembangan perekonomian domestik maupun global. "Sejauh ini kami memandang pertumbuhan ekonomi masih tetap solid, investasi masih tumbuh baik," ucapnya.

Menurutnya, kondisi saat ini masih sesuai dengan perhitungan BI di awal tahun. "Salah satu dukungannya adalah bagaimana cadangan devisa kita meningkat, dan untuk nilai tukar kami selalu ada di pasar sehingga tidak memberikan ekspektasi berlebihan," katanya.

BI berharap ke depan tekanan terhadap rupiah akan mulai mereda. Firman melanjutkan, selain membangun ketahanan eksternal, lembaganya beserta pemerintah juga berupaya untuk menguatkan ketahanan internal.

"Khususnya dari sisi ekspor, sejauh ini masih positif, bukan hanya dari komoditas tapi juga manufaktur, harapannya ini juga akan mendukung daya saing penanaman modal asing," ujarnya.

Firman pun optimistis jika peluang peningkatan aliran dana asing yang masuk masih terbuka. "Optimisme investor global masih baik, perbaikan perekonomian kita diakui, ini akan menarik investor bukan hanya di pasar uang tapi juga dalam bentuk penanaman modal asing langsung," katanya. (drc/int)




 
Berita Lainnya :
  • Pemerintah Imbau Masyarakat Tenang Soal Pelemahan Rupiah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ketua DPRD Siak Angkat Bicara Terkait Pekerja Tewas Di PT BSP
    02 Audensi bersama Bupati Bengkalis, Kasmarni Akan Hadir Pelantikan JMSI
    03 Wabup Siak Jadi Pembina Apel Senin Bersama, Ini Pesan Husni
    04 Sempena HPN Ke-77, PWI Riau Gelar Baksos Donor Darah PEKANBARU, DELIK RIAU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) donor darah dalam rangka
    05 Bupati Afrizal Sintong Resmikan Rumah Sakit Awal Bros yang Termegah dan Terlengkap di Rohil
    06 MPC PP Bengkalis Utus 22 Anggota Ikuti Diklat Kaderisasi
    07 Peserta Terbanyak di Indonesia, Diklat Kaderisasi MPW Pemuda Pancasila Riau Catatkan Rekor
    08 Panwascam Menpura Buka Pendaftaran Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa, ini Syaratnya
    09 Drag Race Kapolres Siak Cup 14 dan 15 Januari 2023 Gairahkan Ekonomi Masyarakat Siak
    10 Sita Tiga Senpi, Tim Jatanras Polda Riau Berhasil Tangkap Dua Warga Kwalian Siak
    11 Satres Narkoba Polres Siak Mengamankan Dua Orang Terduga Pengedar Narkotika, Ditangan Pelaku Diamankan 50 Gram Diduga Narkotika Jenis Shabu
    12 Polsek Rokan IV Koto Respon Cepat, Jemput Maling Sepeda Motor
    13 Menguak Fakta Cairan Sperma Pria Bisa Bikin Wanita Awet Muda
    14 Hasil Razia Warung Remang-remang, Polres Siak Berhasil Mengamankan 3 PSK
    15 Polres Lamsel Berhasil Geruduk Tambang Emas Ilegal
    16 Sebagai Peringatan Terakhir, Sat Pol PP Segel Hotel GR Di Kota Siak
    17 Pemilik dan Petinggi Media Ciber Berkumpul di Duri, Ini yang Dibahas
    18 Satres Narkoba Polres Siak Berhasil Tangkap Diduga Bandar Shabu-shabu Di Tualang
    19 Harga Laptop Gaming ASUS dan Hal-Hal yang Perlu Gamers Perhatikan Sebelum Membelinya
    20 PT Berlian Inti Mekar Rengat Berikan Bantuan CSR Untuk Masyarakat Sekitar Dan Karyawan
    21 Pele, Legenda Sepak Bola Brasil Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
    22 Akibat Cemburu, Jadi Alasan Suami Bunuh Istri
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI