Minggu, 27 November 2022
Follow Us ON :
 
 
 
| Diduga Asal Jadi, Pengerjaan Jalan di Desa Sari Mulya jadi Sorotan Publik | | APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan | | Bertabur Hadiah, Korwil Pendidikan Bukit Batu Gelar Jalan Sehat Bermasa | | Optimalkan Gerakan Wakaf Seribu Sehari, Wabup Husni Minta Maksimalkan Pengumpulan | | Sekda Arfan Usman Buka Kegiatan Tentang Manajemen dan Pengawasan Penyelengaraan Pemerintah Kampung | | Asisten Adum Jamal Penggunaan Bahasa di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga Utamakan Bahasa Negara
 
Rakyat Indonesia yang Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Pesan WHO
Jumat, 08-04-2022 - 22:05:58 WIB

TERKAIT:
   
 

DELIK RIAU - Program vaksinasi booster sudah dilakukan di dunia dan Indonesia sejak beberapa waktu terakhir. Khusus untuk penerima vaksin primer Sinovac, WHO juga mendorong untuk menerima dosis ketiga.

Menurut Badan Kesehatan Dunia itu, booster dapat melindungi tubuh dari virus Covid-19. Sebab ditemukan adanya penurunan kekebalan dari vaksin jenis inactivated yang digunakan.

Rekomendasi ini dirilis setelah Strategic Advisory Group Experts (SAGE) untuk imunisasi melakukan pertemuan beberapa waktu lalu untuk mengevaluasi kebutuhan vaksin booster.

Sebagai informasi vaksin jenis inactivated menggunakan cara mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan atau membunuhnya dengan bahan kimia, panas atau radiasi. Cara ini merupakan salah satu yang populer digunakan untuk membuat vaksin dalam dunia kesehatan.

Baca: Jadwal & Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Selama April 2022

WHO memang tak menyebut nama vaksin dalam laporan tersebut. Namun sejauh ini hanya ada dua jenis vaksin inactivated dan mengantongi emergency use listing (EUL) dari WHO, yakni Sinovac Coronavac dan Sinopharm dengan nama BBIBP-COrV.

Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat pada penyakit parah. Setidaknya dalam waktu enam bulan, walaupun menurut data kekebalan untuk penyakit parah berkurang untuk masyarakat lanjut usia dan mereka dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated" ujar Alejandro Cravioto, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Direktur Departemen Imunisasi WHO, Kate O'Brien mengatakan vaksin memberikan perlindungan sangat baik selama enam bulan setelah pemberian dosis kedua. Namun ada penurunan kecil dan sedang dalam perlindungannya.

Di sisi lain, penelitian yang dilakukan di Brasil dan Universitas Oxford ini menemukan bahwa vaksin Sinovac mendapatkan penguat (booster) yang lebih baik dari vaksin platform vektor (AstraZeneca dan Johnson & Johnson) atau vaksin platform mRNA (Pfizer dan Moderna) dalam melawan Covid-19 termasuk varian Omicron dan Delta.

"Studi ini memberikan pilihan penting bagi pembuat kebijakan di banyak negara di mana vaksin menggunakan virus tidak aktif (Sinovac dan Sinopharm) telah digunakan," kata pemimpin studi, Andrew Pollard yang juga direktur Oxford Vaccine Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/3/2022).

Dari penelitian ini ditemukan bahwa dosis ketiga Sinovac juga meningkatkan antibodi, tetapi hasil lebih baik diperoleh bila pengguna vaksin Sinovac menggunakan booster vaksin merek berbeda, menurut penelitian terbaru yang melibatkan 1.240 sukarelawan dari kota Sao Paulo dan Salvador di Brasil.

Indonesia sendiri diketahui menggunakan vaksin Pfizer, vaksin Moderna dan AstraZeneca sebagai vaksin booster untuk penerima vaksin Sinovac. Ukurannya setengah dosis dari yang biasa diberikan. (**)



 
Berita Lainnya :
  • Rakyat Indonesia yang Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Pesan WHO
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Diduga Asal Jadi, Pengerjaan Jalan di Desa Sari Mulya jadi Sorotan Publik
    02 Bertabur Hadiah, Korwil Pendidikan Bukit Batu Gelar Jalan Sehat Bermasa
    03 Ditresnarkoba Adakan Healing dan Konseling untuk Pasien Ketergantungan Obat
    04 Peringati Hari Guru Nasional, DPC PKS Lakukan Kunjungan ke Sekolah-sekolah di Pangkalan Kerinci
    05 APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan
    06 Berkah Dihari Guru, Kapolres Siak Wujudkan Mimpi Suryati Miliki Sepeda Motor Baru
    07 84 Perusahaan Tak Kantongi Izin HGU Akan Ditindak, Secepatnya Kejati Riau Bentuk Tim Terpadu
    08 Peringati Hari Guru,Dukung Proses Belajar Mengajar Polres Siak Polda Riau Beri Tablet Berisi Aplikasi E-Library Presisi Polda Riau
    09 Tukar Kado Warnai Perayaan Hari Guru ke-77 di SMAN 2 Dayun
    10 Polres Siak Lakukan Bakti Sosial, Personil Sat Intelkam Berikan Bantuan Paket Sembako ke Panti Asuhan Assidqiyah Kampung Dalam
    11 Ditresnarkoba Adakan Healing dan Konseling untuk Pasien Ketergantungan Obat
    12 Optimalkan Gerakan Wakaf Seribu Sehari, Wabup Husni Minta Maksimalkan Pengumpulan
    13 Bupati Alfedri Hadir Acara 3RD International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 Di Bali
    14 Pemkab Siak raih penghargaan pada Riau Investment Award 2022
    15 Arfan Usman: Koordinasi Peta Ketahan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Siak Terus Diupdate
    16 Saat Menjalani Perawatan Medis, Tahanan Polda Lampung Kabur dari Rumah Sakit
    17 Diduga Tersangka Narkotika, Anak Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta ditangkap Polusi
    18 Tingkatan Kerjasama Pendidikan di Kabupaten Siak, Pemkab Siak - Tanoto Foundation Gelar Audiensi
    19 Asisten Adum Jamal Penggunaan Bahasa di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga Utamakan Bahasa Negara
    20 Wabup Husni paparkan persiapan TDSi 2022 Desember Mendatang
    21 Sekda Arfan Usman Buka Kegiatan Tentang Manajemen dan Pengawasan Penyelengaraan Pemerintah Kampung
    22 Bagikan BLT dan Cek Harga Komoditas, Presiden Jokowi Kunker Di Pasar Malang Jiwan Colomadu
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI