Minggu, 27 November 2022
Follow Us ON :
 
 
 
| Diduga Asal Jadi, Pengerjaan Jalan di Desa Sari Mulya jadi Sorotan Publik | | APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan | | Bertabur Hadiah, Korwil Pendidikan Bukit Batu Gelar Jalan Sehat Bermasa | | Optimalkan Gerakan Wakaf Seribu Sehari, Wabup Husni Minta Maksimalkan Pengumpulan | | Sekda Arfan Usman Buka Kegiatan Tentang Manajemen dan Pengawasan Penyelengaraan Pemerintah Kampung | | Asisten Adum Jamal Penggunaan Bahasa di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga Utamakan Bahasa Negara
 
Banyak Gadis Cantik Masih Perawan dan Menginginkan Suami, Kota Ini Dihuni 90 Persen Wanita
Rabu, 05-01-2022 - 15:22:58 WIB

TERKAIT:
   
 

BRAZIL, DELIK RIAU - Inilah Kota Ini Dihuni 90 Persen Wanita di mana wanitanya paling menginginkan suami. Bagaimana tidak, para wanita di kota ini semuanya sangat cantik, tapi anehnya, kebanyakan dari mereka bahkan masih lajang.

Kota Noiva do Cordeiro, ini terletak di daerah terpencil kota Belo Vale, di negara bagian Minas Gerais,  tenggara Brasil. Noiva do Cordeiro berarti lembah yang indah dalam bahasa Brasil dan sangat masuk akal untuk tempat ini.

Kota ini dipenuhi dengan bunga berwarna-warni dan pohon buah-buahan yang indah. Selain itu, Kota Noiva do Cordeiro juga terkenal dengan “Desanya wanita Barat” dalam kehidupan nyata karena sekitar 90 persen dari populasi di kota ini adalah wanita dan mereka semua sangat cantik.

Ini adalah tempat terkenal di Brasil yang menghasilkann keindahan luar biasa. Namun, anehnya banyak wanita di sini yang masih lajang.

Pendiri kota ini adalah Maria Senhorinha de Lima. Maria diusir dari desa tempat tinggalnya karena meninggalkan suami yang dijodohkan oleh orangtuanya.

Setelah itu, Maria mendirikan Kota Noiva do Cordeiro untuk wanita yang dijauhi oleh penduduk desa, ibu tunggal dan lainnya dan bersama-sama hidup dalam isolasi dari dunia luar.

Dan juga, dari pria.

Pada tahun 1940, seorang pendeta bernama Anisio Pereira menikahi seorang gadis berusia 16 tahun dari kota ini dan mendirikan sebuah gereja di dalam komunitas ini.

Pendeta ini kemudian mencoba untuk menerapkan aturan moral yang sangat ketat dan melarang wanita untuk minum, mendengarkan musik, memotong rambut atau pun menggunakan segala bentuk kontrasepsi.

Ketika Pendeta Anisio meninggal pada tahun 1995, para wanita Noiva do Cordeiro memutuskan bahwa mereka tidak akan pernah membiarkan pria mengatur hidup mereka lagi.

Salah satu hal pertama yang mereka lakukan adalah membubarkan organisasi keagamaan yang didirikan oleh pendeta ini.

Sejak itu, sebagian besar wanita mendominasi kota Noiva do Cordeiro dan menyebabkan ketidakseimbangan gender.

Nelma Fernandes (23), seorang gadis muda yang tinggal di Kota Noiva do Cordeiro selalu mendambakan seorang suami.

“Di sini, satu-satunya pria yang ditemui gadis-gadis lajang seperti kita sudah menikah atau berhubungan dengan kita seperti sepupu. Aku sudah lama tidak mencium siapa pun. Kami semua bermimpi jatuh cinta dan menikah," ujar Nelma.

Wanita di desa Noiva do Cordeiro dapat melakukan segalanya, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Perempuan mengambil alih semua bidang kehidupan, dari bertani hingga kontruksi, perencanaan dan agama tanpa laki-laki. Banyak wanita yang mengaku bahagia dengan kehidupan melajang ini, namun banyak juga yang tidak.

Noelle Fernandes Pereira (42), membajak tanah untuk menanam sayuran dan padi untuk memberi makan dirinya dan mendapatkan uang.

Ketika ditanya mengapa dia masih belum menikah, Noelle mengaku dirinya masih belum bertemu pria yang tepat.

Marcia Fernandes (33), penyanyi folk paruh waktu dan salah satu wanita terseksi di kota ini masih lajang.

Dia mengatakan, sungguh menakjubkan bagaimana semua wanita di kota itu bekerja.

“Kami berbagi setiap momen satu sama lain dan bahkan ketika kami bekerja keras, kehidupan itu baik karena kita memiliki teman di sisi kita yang selalu menjaga satu sama lain," kata Marcia.

Rosalee Fernandes (49) mengatakan, masih ada beberapa pria di kota, tetapi mereka menghabiskan waktu seminggu bekerja sebagai penambang atau bekerja di kota-kota besar terdekat.

“Kami sangat merindukan para pria. Kami selalu menantikan akhir pekan ketika mereka kembali," ungkapnya.

Selma Fernandes yang menikah dengan sepupunya mengakui bahwa kurangnya adalah salah satu kelemahan kota tersebut.

“Semua gadis di sini ingin menikah dan memiliki keluarga sendiri. Tetapi mereka tidak memiliki  kesempatan," jelasnya.

Setelah informasi tentang kota yang “haus” akan suami ini dipublikasikan ke media, banyak laki-laki mengungkapkan kegembiraan mereka.

Namun, bukan karena “kehausan” akan suami tersebut, maka gadis-gadis di Kota Noiva do Cordeiro bersikap lunak.

Mereka memiliki aturan dan syarat ketat yang ditetapkan untuk pasangan mereka.

“Laki-laki yang datang ke sini untuk mencari pasangan juga perlu tahu bahwa banyak hal-hal yang berbeda di sini. Suami harus mencuci piring, mencuci pakaian, memasak dan membersihkan toilet. Kita setara," ujar seorang gadis di kota itu.

Kota Noiva do Cordeiro juga dengan cepat menjadi terkenal dan menjadi tujuan yang menarik bagi wisatawan, terutama Perancis.

Elida Dayse (29), seorang gadis yang sangat cantik di sini mengatakan, mereka selalu senang untuk menyambut tamu yang berkunjung meskipun tidak ada dari mereka yang bisa berbahasa Perancis.

Pernikahan turis dengan seorang gadis di Kota Noiva do Cordeiro juga benar-benar terjadi hampir 20 tahun yang lalu. (**)

Sumber: serambinews.com



 
Berita Lainnya :
  • Banyak Gadis Cantik Masih Perawan dan Menginginkan Suami, Kota Ini Dihuni 90 Persen Wanita
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Diduga Asal Jadi, Pengerjaan Jalan di Desa Sari Mulya jadi Sorotan Publik
    02 Bertabur Hadiah, Korwil Pendidikan Bukit Batu Gelar Jalan Sehat Bermasa
    03 Ditresnarkoba Adakan Healing dan Konseling untuk Pasien Ketergantungan Obat
    04 Peringati Hari Guru Nasional, DPC PKS Lakukan Kunjungan ke Sekolah-sekolah di Pangkalan Kerinci
    05 APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan
    06 Berkah Dihari Guru, Kapolres Siak Wujudkan Mimpi Suryati Miliki Sepeda Motor Baru
    07 84 Perusahaan Tak Kantongi Izin HGU Akan Ditindak, Secepatnya Kejati Riau Bentuk Tim Terpadu
    08 Peringati Hari Guru,Dukung Proses Belajar Mengajar Polres Siak Polda Riau Beri Tablet Berisi Aplikasi E-Library Presisi Polda Riau
    09 Tukar Kado Warnai Perayaan Hari Guru ke-77 di SMAN 2 Dayun
    10 Polres Siak Lakukan Bakti Sosial, Personil Sat Intelkam Berikan Bantuan Paket Sembako ke Panti Asuhan Assidqiyah Kampung Dalam
    11 Ditresnarkoba Adakan Healing dan Konseling untuk Pasien Ketergantungan Obat
    12 Optimalkan Gerakan Wakaf Seribu Sehari, Wabup Husni Minta Maksimalkan Pengumpulan
    13 Bupati Alfedri Hadir Acara 3RD International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 Di Bali
    14 Pemkab Siak raih penghargaan pada Riau Investment Award 2022
    15 Arfan Usman: Koordinasi Peta Ketahan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Siak Terus Diupdate
    16 Saat Menjalani Perawatan Medis, Tahanan Polda Lampung Kabur dari Rumah Sakit
    17 Diduga Tersangka Narkotika, Anak Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta ditangkap Polusi
    18 Tingkatan Kerjasama Pendidikan di Kabupaten Siak, Pemkab Siak - Tanoto Foundation Gelar Audiensi
    19 Asisten Adum Jamal Penggunaan Bahasa di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga Utamakan Bahasa Negara
    20 Wabup Husni paparkan persiapan TDSi 2022 Desember Mendatang
    21 Sekda Arfan Usman Buka Kegiatan Tentang Manajemen dan Pengawasan Penyelengaraan Pemerintah Kampung
    22 Bagikan BLT dan Cek Harga Komoditas, Presiden Jokowi Kunker Di Pasar Malang Jiwan Colomadu
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI