Sabtu, 24 Agustus 2013 12:15 WIB

Dua Caleg Rohil Mengundurkan Diri

Share

BAGANSIAPIAPI, DELIKRIAU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi mengumumkan Daftar Caleg Tetap (DCT) calon Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir, sebanyak 478 Caleg DPRD Rohil yang masuk ke dalam DCT. dua diantaranya telah mengundurkan diri.

"Sebelumnya jumlah Caleg Rohil saat mengumumkan Daftar Caleg Sementara (DCS) berjumlah 479 caleg, namun DCT saat ini berjumlah 478 orang. Karena dua Caleg telah mengundurkan diri sebelum pengumuman DCT,"kata Ketua KPU Rohil, H. Azhar Syahban pada Delikriau pada Sabtu (24/8) melalui sambungan seluler nya.

Dua Caleg yang mengundurkan diri satu diantaranya Caleg Perempuan, dan satu dari caleg Laki-laki. Untuk Caleg Perempuan bisa di ganti dengan Caleg lain oleh parpol bersangkutan. Sementara Caleg Laki-laki tidak bisa di ganti dengan Caleg lain dan otomatis gugur."Sebenarnya caleg yang mengundurkan diri sebelum DCT ada sebanyak dua orang, namun karena satu Caleg Perempuan sesuai aturan KPU terpaksa harus di ganti untuk melengkapi 20 persen perempuan, untuk Caleg Laki-laki kalau mengundurkan diri terpaksa gugur dan tidak bisa di ganti, sehingga jumlah DCT Rohil saat ini berjumlah 478 orang,"ujar Azhar.

Pengunduran dua Caleg Rohil, yaitu  Satu Caleg Perempuan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan satu lagi Caleg Laki-laki dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).  "Dua Caleg yang mengundurkan diri sebelum DCT di umumkan yaitu dari PPP dan PKPI, untuk Caleg PPP di ganti dengan Caleg lain, maka jumlah Calegnya tetap. Sementara Caleg Laki-laki PKPI yang mengundurkan diri yang bernama Junaidi S.Sos dengan posisi nomor urut dua, dan tidak bisa di ganti otomatis jumlah Calegnya berkurang,"terang Azhar. 

Pengunduran dua Caleg,  telah di terima oleh Parpol bersangkutan dan tidak ada sanggahan atau penolakan apapun, karna pengunduran kedua caleg telah di lakukan secara pribadi oleh Caleg bersangkutan dengan cara membuat surat pernyataan ke KPU yang di ketahui oleh Parpol bersangkutan,”Jadi tidak ada keributan terhadap kekurangan DCT Caleg Rohil ini, semuanya telah di terima sesuai ketentunnya. Dan KPU berdasarkan pasal 34 ayat (3) peraturan KPU Nomor 07 tahun 2013 sebagaimana yang telah di ubah dengan peraturan KPU nomor 13 tahun 2013 tentang pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) kabupaten/kota, DPRD Propinsi, dan DPR RI. Maka KPU langsung mengumkan DCT anggota DPRD untuk di tetapkan sebagai caleg yang memenuhi syarat untuk pemilihan umum pada tahun 2014 mendatang,"ujar  Azhar.

Di tempat terpisah  Sekretaris PKPI Rohil, Junaidi, S.Sos. Ketika  dijumpai mengatakan, terhadap pengunduran diri dari DCT Anggota DPRD Rohil karna adanya suatu tekanan yang tinggi dari lawan politiknya, terutama di daerah pemilihannya,"Sebenarnya saya tidak ingin mundur sebagai caleg DPRD Rohil, karna masyarakat terutma di dapil saya sudah mendukung untuk maju sebagai DPRD. Namun karna adanya tekanan besar, terutama sama-sama lawan politik terhadap Calegnya yang di sampaikan kepada keluarganya terpaksa saya mundur, hal itu juga di rasakan oleh Caleg dan pendukung saya atas mundurnya saya sebagai Caleg karena adanya tekanan yang tidak bisa saya elakkan,"kata Junaidi.

Bagi pendukung dan pengikut PKPI Rohil agar jangan berkecil hati atas pengunduran dari calegnya, karna selain dari dirinya masih ada caleg PKPI yang sejalan dan satu tujuan dengan dirinya,"Atas pengunduran saya ini mudah-mudahan ada hikmah semuanya, terutama terhadap partai saya bernaung. Karna sebagai Sekretaris di partai tentunya memiliki tugas yang berat, yang sama fungsinya dengan ketua partai. Untuk itu saya berusaha untuk mengenalkan partai PKPI dan calegnya kepada masyarakat terutama pendukung saya, untuk mendukung PKPI pada 2014 mendatang,"harap Junaidi.(Zal)

KOMENTAR ANDA

PEMBERITAHUAN: Redaksi DELIKRIAU.COM sebagai penyedia rubrikasi, termasuk para pengelola halaman, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan data ataupun informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan. Redaksi berhak menghapus atau tidak memuat komentar yang disampaikan di rubrikasi komentar.