Rabu, 10-09-2018 - 15:31:22 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI | | Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah | | Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut | | Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019 | | Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019 | | Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
 
Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
Rabu, 10-09-2018 - 15:31:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
  •  

    ROHUL, DELIKRIAU - Pada tahun 2004 areal hutan lindung digarap masyarakat Desa Mahato, namun pada tahun 2008 ternyata lahan tersebut diketahui sebagai hutan lindung, dan pada tahun yang sama Dinas kehutanan mengeluarkan SK dan Rekomendasi kepada kelompok tani Reboisasi Mandiri untuk menghutankan kembali areal seluas 4.600 Ha yang termasuk kedalam kawasan hutan lindung.

    Pemerintah melalui Dinas Kehutanan bahkan memberikan bantuan bibit karet, kayu Meranti, kayu gaharu, kayu petai dan pohon durian kepada Paimin selaku ketua umum Kelompok Tani Reboisasi Mandiri sebagai bentuk kerjasama dalam pembinaan.

    Namun dikarnakan adanya penggusuran dan perampasan dari pihak Koperasi Sawit Mahato Bersatu dan Koperasi Karya Bakti Desa Mahato Kecamatan Tambusai Kabupaten Rohul yang merupakan mitra PT.Torganda pada tahun 2008, maka pada tahun 2009 areal kelompok tani Reboisasi Mandiri dipindahkan Pemerintah melalui Dinas kehutanan keareal baru didekat areal sebelumnya.

    Lebih anehnya lagi pada areal hutan lindung tersebut sudah keluar SKT yang mana pada surat tersebut tanda tangan serta nama kepala desa dan camat nya sama.



    Sementara pada tahun 1983 menteri kehutanan sudah mengeluarkan surat keputusan menteri kehutanan no.23/Kpts-II/1983 bahwa areal hutan sungai Mahato seluas 28.800 Ha yang dahulunya terletak di kabupaten daerah tingkat II Kampar Provinsi Riau.

    "Ini sama saja mengangkangi keputusan Menteri, bagaimana mungkin Pemerintah setempat berani mengeluarkan SKT disana (hutan lindung-red), mustahil mereka tidak tau disana itu hutan lindung", ujar Freddy kepada delikriau.com, . (Raf)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019
    02 Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
    03 Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019
    04 Kabag Humas Meranti Bantah Tudingan Gubernur Riau
    05 LAKTA Enggan Memberikan Komentar
    06 Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut
    07 Kades Ngaso Didampingi Direktur BumDes Ngaso Mandiri Serahkan Dana Sosial
    08 Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah
    09 Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI
    10 Kabag Humas Sekda Meranti Ikuti Rakornas Kehumasan dan Hukum Tahun 2019
    11 Mendagri Sebut Pelantikan Gubernur Riau Kemungkinan Tanggal 20 February 2019
    12 Jaring Masukan Perubahan RPJMD, Pemkab Siak Taja Forum Konsultasi Publik
    13 Infrastruktur Kabupaten Siak Masih Lebih Baik di Riau
    14 Peringati HPN 2019, Adik Raja Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi
    15 Eny Suryati Isak Tangis Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Syamsuar
    16 Wakil Bupati Siak Optimis Tahun Ini Meraih Pringkat Nindya
    17 Festival Perang Air Meranti Raih Rekor MURI Kategori Peserta Terbanyak di Indonesia
    18 Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
    19 Wabup Meranti Lakukan Panen Raya di Desa Anak Setatah Kec. Rangsang Pesisir
    20 Bupati Kepulauan Meranti Buka Festival Perang Air 2019
    21 Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2
    22 Turnamen Volly Ball Kades Cup I Di Ikuti 36 Club
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI