Rabu, 28-11-2018 - 18:07:40 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI | | Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah | | Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut | | Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019 | | Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019 | | Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
 
Ibet : 8 Meter Jarak Dari Samping Rumah
Warga Dayun Siak Resah, Puluhan Ruko Walet Diduga Ilegal
Rabu, 28-11-2018 - 18:07:40 WIB

TERKAIT:
 
  • Warga Dayun Siak Resah, Puluhan Ruko Walet Diduga Ilegal
  •  

    SIAK, DELIKRIAU - Sebanyak 22 rumah toko (ruko) yang digunakan untuk penangkaran sarang burung walet meresahkan warga Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. 

    Selain dibangun di pemukiman padat penduduk, keberadaan ruko walet ini diduga tak memiliki izin alias ilegal. Sehingga, tak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Anehnya, kepala desa mengatahui bahwa diduga Oknum Panitia memunggut retribusi setiap tahun dari pemilik ruko walet guna kompensasi untuk warga.

    Ibet, warga RT09/RK04 Kampung Dayun, Kecamatan Dayun mengaku resah dengan keberadaan puluhan ruko walet itu. Padahal, dia bersama ratusan kepala keluarga (kk) sudah bemukim sejak 2009. Sedangkan ruko walet berdiri sejak 2015.

    "Bukan hanya saya saja yang resah dengan keberadaan ruko walet tersebut namun banyak warga yang mengeluh, sebab suara burung walet yang keluar dari kaset bikin bising. Bahkan, ada ruko walet sudah berdiri sekarang lebih kurang 8 meter disamping dari rumah saya ini dan ada pula sekitar 30 meter dari musholla kami. Tentu menganggu warga beribadah. Anehnya, pihak desa terkesan tutup mata," kata Ibet kepada DelikRiau.com, Rabu (28/11/2018).

    "Sering kita sampaikan keluhan ini ke RT, RK dan Kades, tapi sampai saat ini ruko walet itu semakin banyak. Saya tak tahu lagi kemana harus mengadu," keluhnya dengan mata berkaca-kaca.

    Ketua RT09/RK04 Kampung Dayun, Sapardi mengatakan, jumlah penduduk di RT mencapai 125 kk. Dia mengaku sudah berkali-kali menegur pengusaha walet agar suara kaset yang berasal dari ruko agar dikecilkan. Tapi selalu diabaikan.

    "Sudah capek saya menegur pemilik ruko walet agar suara kaset dikecilkan. Bahkan, pernah saya hampir berkelahi, tapi tetap diabaikan," kata Sapardi.

    Sayangnya, Kades Dayun Nasya Nugrik saat dikonfirmasi terkait keberadaan puluhan ruko walet itu, tak bersedia menjawab. Kendati handphone-nya dalam kondisi aktif.

    Pantauan DelikRiau.com di media sosial Facebook, keluhan warga ini juga menjadi viral. Akun atas nama Sudirman Komering mengeluhkan keberadaan puluhan ruko walet ini di statusnya, di upload tanggal 19 November 2018 pukul 16.54 WIB. 

    Isinya, Pak Jokowi, tolong bantu warga kami di RT 09 Dayun. Hentikan pembangunan sarang burung walet. Dan 

    Hingga saat ini, ada 64 komentar dan 89 like dari netizen terkait status Sudirman Komering itu. Salah satu komentar, mendesak Pemkab Siak menertibkan keberadaan ruko walet yang meresahkan warga.

    Sementara itu, Kadis PU Tarukim Siak Irving Kahar menegaskan, pihaknya tak pernah mengeluarkan izin mendirikan bangunan untuk usaha penangkaran burung walet. Dia menjelaskan, IMB yang dikeluarkan hanya untuk pembangunan ruko.

    "Kalau izin ruko kita terbitkan, tapi setelah itu mereka bangun penangkaran burung walet di atas ruko, ini jelas pelanggaran," ujarnya.

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, kata Irving, syarat untuk menerbitkan izin bangunan harus mengacu kepada empat aspek, yakni nyaman, aman, sehat, dan mudah.

    "Karena penangkaran burung walet itu tak memenuhi semua aspek ini, makanya tak pernah kita terbitkan izinnya," jelas Irving.

    Hingga bulan September 2017, Dinas PU Tarukim Siak sudah menegur ratusan pengusaha burung walet karena IMB yang diterbitkan tak sesuai dengan peruntukannya.

    "Ada ratusan yang sudah kita tegur, di Sungai Apit 90, Tualang 86 dan Siak 39. Semuanya melanggar IMB, tak sesuai dengan fungsinya karena di atas ruko dibangun penangkaran walet. Kalau masalah penertiban, itu bukan kewenangan saya," tegasnya. (fer)



     
    Berita Lainnya :
  • Warga Dayun Siak Resah, Puluhan Ruko Walet Diduga Ilegal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019
    02 Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
    03 Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019
    04 Kabag Humas Meranti Bantah Tudingan Gubernur Riau
    05 LAKTA Enggan Memberikan Komentar
    06 Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut
    07 Kades Ngaso Didampingi Direktur BumDes Ngaso Mandiri Serahkan Dana Sosial
    08 Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah
    09 Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI
    10 Kabag Humas Sekda Meranti Ikuti Rakornas Kehumasan dan Hukum Tahun 2019
    11 Mendagri Sebut Pelantikan Gubernur Riau Kemungkinan Tanggal 20 February 2019
    12 Jaring Masukan Perubahan RPJMD, Pemkab Siak Taja Forum Konsultasi Publik
    13 Infrastruktur Kabupaten Siak Masih Lebih Baik di Riau
    14 Peringati HPN 2019, Adik Raja Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi
    15 Eny Suryati Isak Tangis Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Syamsuar
    16 Wakil Bupati Siak Optimis Tahun Ini Meraih Pringkat Nindya
    17 Festival Perang Air Meranti Raih Rekor MURI Kategori Peserta Terbanyak di Indonesia
    18 Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
    19 Wabup Meranti Lakukan Panen Raya di Desa Anak Setatah Kec. Rangsang Pesisir
    20 Bupati Kepulauan Meranti Buka Festival Perang Air 2019
    21 Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2
    22 Turnamen Volly Ball Kades Cup I Di Ikuti 36 Club
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI