Kamis, 01-11-2018 - 18:47:43 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI | | Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah | | Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut | | Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019 | | Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019 | | Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
 
Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
Kamis, 01-11-2018 - 18:47:43 WIB

TERKAIT:
 
  • Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
  •  

    SIAK, DELIKRIAU - Maraknya aktivitas galian C terkait penambangan tanah timbun (Akuari) tak berizin (ilegal) di sejumlah kecamatan disikapi Kapolres Siak AKBP Ahmad David.

    Kepada Wartawan, Kamis (1/11/2018), Kapolres berjanji akan melakukan pengecekan ke lapangan terkait pemberitaan di media massa soal maraknya aktivitas penambangan tanah timbun di Kecamatan Dayun, Kotogasib dan Tualang yang diduga tak mengantongi izin usaha.

    "Insya Allah kita cek dan akan kita tindak lanjuti soal galian c yang diduga ilegal itu," kata Kapolres menjawab Wartawan.

    Ketua DPRD Siak Indra Gunawan mengimbau kepada instansi terkait agar senantiasa melakukan pengawasan di lokasi penambangan tanah timbun. Hal itu bertujuan guna menghindari berbagai dampak yang timbul akibat kegiatan tersebut, sehingga merugikan masyarakat sekitar.

    "Harus diawasi instansi terkait, pihak kecamatan dan pemerintah daerah jangan diam saja kalau ada aktivitas penambangan tanah timbun di Siak ini," kata Indra. 

    Terkait tidak adanya izin yang dikantongi perusahaan penambangan tanah timbun di Kabupaten Siak, Legislator Partai Golkar ini mengimbau agar perusahaan segera mengurus izinnya. "Ya, harus ada izin lah, jangan tak punya. Kalau terjadi hal hal yang tak diinginkan, apalagi berkaitan dengan masalah hukum, kan mereka juga yang repot. Harus ada izin lah, Pemkab harus tertibkan jika tak ada izinnya," ulas Indra.

    Pantauan Awak Media dilapangan, aktivitas penambangan tanah timbun (kuari) tak berizin alias ilegal semakin merajalela di Kabupaten Siak, Riau. Tak hanya di Kecamatan Tualang dan Kotogasib, di Dayun aktivitas yang merusak lingkungan ini juga merajalela. Bahkan, tanah timbun itu ada yang dikirim ke Kabupaten Meranti melewati pelabuhan tikus di Kecamatan Pusakko.

    Di Dayun, ditemukan penambangan tanah timbun di empat titik. Diantaranya, di sisi kiri jalan lintas Siak-Dayun (biasa warga menyebut jalan baru), KM 72 jalan lintas Dayun-Perawang terdapat dua titik di sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian, di KM 73 jalan lintas Dayun-Siak. Disetiap titik, terlihat satu unit alat berat sedang beroperasi memasukan tanah ke truk. Sedangkan puluhan truk lainnya, standby menunggu giliran.

    Informasi yang dirangkum dilapangan, ternyata tanah timbun yang berada di KM 73 digunakan untuk membangun jembatan di KM 19 Kampung Paluh dan di Kampung Sungai Pinang. Sedangkan tanah timbun di KM 72, digunakan untuk pembangunan jalan nasional dari Simpang Doral ke Pelabuhan Buton.

    "Saya cuma jaga di sini bang, yang punya usaha kuari ini Pak Slamet. Kalau di KM 72 ada dua titik, yang punya Pak Zahar dan Pak Hendra," kata salah seorang petugas di Jalan Baru.

    Sementara itu, saat Wartawan menanyakan terkait izin galian C ini kepada salah seorang petugas di KM 73, dia menolak menyampaikan. 

    "Saya cuma operator alat berat, alat ini disewa Rp1,5 juta per hari. Kalau tak salah, tanah ini untuk bangun jembatan dan jalan di Buton," katanya.

    Dilapangan, terlihat enam unit truk tronton yang sudah siap menampung tanah timbun dari eskavator. Kemudian setelah muatan penuh, tronton berangkat menuju lokasi pembangunan jembatan dan jalan.

    Di lokasi KM 73 ini, jaraknya sekitar 2 km dari badan jalan. Berbeda dengan KM 72, dimana aktivitas ilegal ini bisa dilihat dari jalan lintas.

    Andi, salah seorang warga Dayun mengaku kesal dengan aktivitas tanah timbun di daerahnya. Selain merusak jalan, kegiatan ini terkesan tidak ada pengawasan dari pihak terkait. Sehingga, bekas galian tanah timbun merusak lingkungan. 

    "Aneh saja saya lihat bang, kok polisi terkesan diam saja, padahal kegiatan tanah timbun ini berada dekat dengan Mapolres Siak. Bahkan, saya dengar dari warga, pengusaha tanah timbun ini juga dibekingi oknum polisi," ujarnya. (fer)



     
    Berita Lainnya :
  • Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019
    02 Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
    03 Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019
    04 Kabag Humas Meranti Bantah Tudingan Gubernur Riau
    05 LAKTA Enggan Memberikan Komentar
    06 Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut
    07 Kades Ngaso Didampingi Direktur BumDes Ngaso Mandiri Serahkan Dana Sosial
    08 Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah
    09 Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI
    10 Kabag Humas Sekda Meranti Ikuti Rakornas Kehumasan dan Hukum Tahun 2019
    11 Mendagri Sebut Pelantikan Gubernur Riau Kemungkinan Tanggal 20 February 2019
    12 Jaring Masukan Perubahan RPJMD, Pemkab Siak Taja Forum Konsultasi Publik
    13 Infrastruktur Kabupaten Siak Masih Lebih Baik di Riau
    14 Peringati HPN 2019, Adik Raja Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi
    15 Eny Suryati Isak Tangis Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Syamsuar
    16 Wakil Bupati Siak Optimis Tahun Ini Meraih Pringkat Nindya
    17 Festival Perang Air Meranti Raih Rekor MURI Kategori Peserta Terbanyak di Indonesia
    18 Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
    19 Wabup Meranti Lakukan Panen Raya di Desa Anak Setatah Kec. Rangsang Pesisir
    20 Bupati Kepulauan Meranti Buka Festival Perang Air 2019
    21 Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2
    22 Turnamen Volly Ball Kades Cup I Di Ikuti 36 Club
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI