Minggu, 08-09-2019 - 22:01:25 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Pelaksanaan Gladi Bersih UNBK Hari Pertama SMAN 1 Lubuk Dalam Siak Berjalan Lancar | | Ratusan Masyarakat Gelar Aksi Demo Di Gedung DPRD, Masyarakat Menginginkan Bengkalis Damai | | Kadis PMD Bengkalis Sosialisasi Pembinaan dan Pengawasan Pembangunan Desa Di Siak Kecil | | Sambut Hari Nasional, Pertamina Kenalkan Kantong Semar Ke Anak PAUD di 3 Kecamatan | | Kabag Prokopim Mengklarifikasi Terkait Pemberitaan di Media Mengenai Keluarga dan Kerabat Plt Bupati | | KLHK RI Mengelar Sosialisasi Program Perhutanan Sosial Di Tualang, Siak
 
Diduga Klinik Pratama Kasih Ibu Bekerja Tidak Sesuai SOP Medis
Minggu, 08-09-2019 - 22:01:25 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Klinik Pratama Kasih Ibu Bekerja Tidak Sesuai SOP Medis
  •  

    PELALAWAN, DELIKRIAU - Tindakan dugaan kebocoran oleh Klinik Pratama Kasih di kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, menyebabkan keluarga pasien menjadi meradang. Klinik tidak melaporkan bayi baru lahir kepada keluarga.

    Pertanyaan itu dikemukakan oleh Burju Nainggolan ketika dia bertemu delikriau.com di Pangkalan RSUD Selasih Kerinci, Jumat (6/9/2019) siang. Istrinya melahirkan di klinik Pratama Kasih Ibu di basis lama BTN Kerinci pada hari Rabu 4 September 2019. Setelah anak keenam lahir, klinik mengizinkannya untuk membawa bayi yang baru lahir ke rumah.

    Tapi begitu aku sampai di rumah, ada keanehan. Bayi itu terus menangis tanpa henti, menyebabkan orang tuanya panik.

    Sadju Burju Nainggolan melanjutkan cerita itu, ketika bayi yang baru lahir itu terus menerus menangis, pada hari Jumat (6/9/2019), dengan istrinya Sudarsiyem membawa putrinya yang baru lahir ke rumah sakit untuk diperiksa. 

    Burju mengaku kaget ketika dokter rumah sakit memberi tahu dia bahwa bayi itu tidak menderita anus.

    "Dia sangat kesal dan kesal di Klinik Pratama Kasih, jadi mengapa tidak memberi tahu dia bahwa bayi kita memiliki kelainan," katanya dengan marah.

    Lebih lanjut Burju menyatakan bahwa semua biaya bersalin yang diminta oleh Klinik Bersalin telah dibayar. Tetapi penyakit atau penyakit bayi kami tidak diberi tahu. 

    "Setiap bayi yang baru lahir harus diperiksa penuh pada kondisi klinik bayi. Jika bayi memiliki kelainan seperti itu, harus segera dilaporkan ke keluarga, untuk segera ditindaklanjuti," katanya.

    Alhasil, Najuolan Burju telah menyapa seluruh komunitas, terutama di kota Pangkalan Kerinci. Ibu khusus yang ingin melahirkan harus berhati-hati untuk melahirkan di Klinik Bersalin, sehingga mereka tidak menjadi korban infertilitas klinik untuk yang berikutnya, katanya.

    Pemilik Klinik Perawatan Ibu, Bidan Noni ketika dikonfirmasi oleh delikriau.com, Minggu (8/9/2019) menyalahkan petugas kliniknya.

    "Klinik itu menyadari kelainan bayi, tetapi sengaja menutupinya dengan ibu bayi karena takut stres," kata Noni.

    Lebih lanjut Noni mengatakan bahwa setelah bayi itu lahir, ia diamati, sehingga gangguan itu sudah diketahui oleh Klinik Pratama Kasih.

    "Dia memang ingin diberitahu tetapi sedang menunggu untuk melihat ayah bayinya. Hanya karena keluarga meminta pulang ke rumah hari itu, wali klinik tidak memberi tahu dia tentang bayi itu sampai orang tuanya membawanya pulang," Noni menjelaskan.

    Ditanya bagaimana tanggung jawabnya atas kebocoran itu, Noni mengaku berkoordinasi dengan rumah sakit sejauh menyangkut kondisi bayi, katanya.

    Klaim klinik Ibu Pratama Kasih segera dibantah oleh Zaiman yang membantu keluarga bayi selama proses persalinan. Zaiman mengklaim bahwa ia bertanggung jawab untuk mengatur proses penyelesaian untuk meminta tanda terima pembayaran dan meminta agar tanda terima tersebut disegel oleh klinik.

    "Anehnya, sampai bayi itu dibawa pulang, masalah memiliki bayi, tidak ada yang diberitahu. Jika klinik cukup menunggu keluarga, itu tidak akan benar," kata Zaiman dalam memprotes pernyataan Bidan Noni dan anggota pertahanannya.

    Pernyataan Zaiman juga membuat klinik Pratama Kasih segera kurang ramai. (Dav)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Klinik Pratama Kasih Ibu Bekerja Tidak Sesuai SOP Medis
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pelaksanaan Gladi Bersih UNBK Hari Pertama SMAN 1 Lubuk Dalam Siak Berjalan Lancar
    02 Ratusan Masyarakat Gelar Aksi Demo Di Gedung DPRD, Masyarakat Menginginkan Bengkalis Damai
    03 Kadis PMD Bengkalis Sosialisasi Pembinaan dan Pengawasan Pembangunan Desa Di Siak Kecil
    04 Sambut Hari Nasional, Pertamina Kenalkan Kantong Semar Ke Anak PAUD di 3 Kecamatan
    05 Kabag Prokopim Mengklarifikasi Terkait Pemberitaan di Media Mengenai Keluarga dan Kerabat Plt Bupati
    06 Kapal Pesiar Asing Terdampar Di Pulau Bengkalis, Beserta 5 Orang Penumpangnya
    07 Keluarga dan Kerabat Plt Bupati Muhammad Diduga Menggrogoti Aset dari Rumdis Bupati dengan Arogan
    08 Baznas Kabupaten Bengkalis Berikan Bantuan Kepada Dua Kelompok Tani
    09 Camat Taufik Kukuhkan Pengurus LPTQ Kecamatan Masa Bhakti 2020-2023
    10 Bupati Alfedri Tinjau Korban Kebakaran di Kampung Bunut, Tualang
    11 Kampung Teluk Lanus Terima Manfaat Perhutanan Sosial
    12 29 Februari PWI Taja Porwada Catur
    13 Keluarga Besar PWI Bengkalis Gelar Tahlil Dan Doa, Untuk Almarhum Mazwin
    14 Pemda Diminta Dukung Percepatan Investasi Lewat Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
    15 Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Puji Dashboard Lancang Kuning
    16 Pelatihan Jurnalistik Generasi Milenial Menuju Pembangunan Berwawasan Lingkungan
    17 Kasat Binmas AKP Hermawan Sosialisasi Pokdar Kamtibmas Polres Rohul Tahun 2020
    18 Bendahara PWI Bengkalis Tutup Usia Di RS Permata Hati Duri
    19 Dihadapan Kajati Riau Dan Kajari Bengkalis Ketua FORWARI Presentasikan Program Kerja
    20 Kajati Riau Teken MoU dengan Politeknik Negeri Bengkalis
    21 KLHK RI Mengelar Sosialisasi Program Perhutanan Sosial Di Tualang, Siak
    22 Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI