Jumat, 26-04-2019 - 14:16:15 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Bupati Alfedri Luncurkan Channel Youtube Disdikbud Siak Bedelau | | Bupati Alfedri Tetap Himbau Warga Shalat Ied di Rumah Saja | | Terkait PHK Sepihak, PT 148 Diduga Tidak Mengubris Anjuran Mediator Disnaker Pelalawan | | Penggunaan Tongkat Modifikasi, Polsek Tualang Gelar Pelatihan | | Kuasa Hukum Koperasi BBDM Minta Polres Bengkalis Tindaklanjuti Laporan Kliennya | | Pasca PSBB, Pemkab Siak Bersiap Terapkan New Normal
 
Warga Sesalkan Truk Bermuatan Batubara Lintasi Jalan Menuju PLTU
Jumat, 26-04-2019 - 14:16:15 WIB

TERKAIT:
 
  • Warga Sesalkan Truk Bermuatan Batubara Lintasi Jalan Menuju PLTU
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Warga Badak Road, Negara Tuah, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, kecewa. Mereka terganggu oleh debu jalan yang dilewati oleh truk-truk skala besar yang diduga mengangkut batubara ke PLTU Tenayan.

    "Kami sangat terganggu oleh debu setiap hari, terutama ketika truk truk besar lewat. Debu bahkan telah masuk ke rumah dan lengket di atap, ban kami bersih, tetapi setelah itu debu kembali," kata salah satu orang yang berjualan di sekitar Jalan. Badak, tidak jauh dari Masjid Nur Hidayah 1.

    Pemantauan media di tanah pada hari Jumat (26/4/2019), jalan berdebu yang mulai rusak oleh truk truk besar yang diduga bermuatan berat, sekitar 1,5 kilometer dari Masjid Nur Hidayah ke persimpangan kantor Tenayan dan PLTU.

    Transportasi batubara melalui darat ke PLTU Tenayan diakui oleh petugas keamanan (security) PT. Pabrik Jawa-Bali - sebagai operator PLTU Tenayan. "Ya, ada truk yang mengangkut batu bara melalui darat, tetapi tidak setiap hari, hanya ketika kebutuhan mendesak, sisanya melalui sungai," kata petugas keamanan yang gagah itu.

    Ketika kami meminta izin untuk memasuki area PLTU, dia tidak mengizinkan. Bahkan punya corong. Tapi setelah kami tahu dari media, dia mulai kalah.

    "Silakan mengambil foto dari luar," katanya, menjawab pertanyaan terkait dengan informasi kerusakan jalan ke PLTU sebagai akibat dari seringnya kendaraan berbahan bakar batubara.

    "Ini untuk memastikan tidak ada jalan yang rusak, sementara membangun jalan menuju PLTU adalah PT PLN," tambahnya.

    Informasi juga kami lebih ringan dari salah satu warga yang tinggal di dekat area PLTU.

    "Ada truk truk batu bara besar yang lewat di sini, tetapi tidak setiap hari, tidak muncul hari ini, tetapi pada hari Senin ada sekitar 5 hingga 10 truk memasuki PLTU, dan saya mendengar informasi dari perbatasan Riau-Jambi yang dipecat dari batu bara. , "kata warga, Jumat (26/4/2019).

    Mengenai indikasi kerusakan jalan dan dehidrasi masyarakat, wakil ketua DPRD Pekanbaru Nofrizal MM masih enggan berkomentar. Namun, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pekanbaru, informasi ini akan ditindaklanjuti, terutama jika memang benar membuat warga desa resah. 

    "Saya baru tahu dari media, apakah kita akan melakukan survei lapangan atau tidak, jika ada orang yang frustrasi oleh debu, kami meminta Pemko Pekanbaru dan PLN untuk memperhatikan truk truk batubara dan kendaraan besar lainnya yang melewati jalan, kata Nofrizal, Jumat (26/4/2019).

    Setidaknya, para pemilik truk besar bermuatan truk batu bara meminta Nofrizal untuk mengikuti ketentuan yang berlaku, yaitu mengangkut melalui sungai.

    "Karena kalau jalan makin parah, siapa yang bertanggung jawab, yang buruk adalah orang-orang di sekitar," pungkasnya.

    Sebelumnya, pemasok batubara ke Tenayan PLTU adalah PT Samantaka. Perusahaan ini cukup kuat. Meskipun tertangkap dalam gugatan di proyek PLTU Riau 1, tetapi masih berkibar di Riau dalam proyek PLTU Mega Tenaga 2x110 MW. 

    PT Samantaka Batubara adalah salah satu anak perusahaan dari PT Blackgold Natural Resources Limited. Blackgold sendiri adalah perusahaan yang juga mengikuti tender pengadaan batubara di proyek PLTU Riau-1.

    Dalam kasus ini, KPK telah menangkap tiga tersangka, yaitu Eni Maulani Saragih, Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham. Idrus jelas berbarengan dengan Eni yang menerima hadiah atau janji dari Johanes mengenai kasus ini. Ketiganya telah dipenjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Proyek PLTU Riau-1 sendiri berada dalam proyek 35.000 Megawatt yang berencana untuk mengerjakan Blackgold, PT Samantaka Batubara, Pembangkit Listrik Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

    Lalu bagaimana kinerja PT Samantaka? "PT Samantaka memang nakal, dikirim ke jalan batu bara melalui sungai, ternyata mereka mendarat di jalan, jika jalan ini tidak dicegah pergi ke kantor Tenayan untuk dihancurkan," kata salah satu warga di sekitar.

    Kerusakan jalan diyakini sebagai akibat dari lalu lintas truk berbahan bakar batubara PT Samantaka yang melebihi tonase ke PLTU Tenayan. Padahal pembangkit listrik tenaga uap itu sengaja dibangun di atas sungai Siak untuk memudahkan transportasi melalui sungai.

    Jalan melewati truk, mulai di sepanjang Simpang Tiga Hangtuah melalui Jalan Badak ke PLN (PLTU) Tenayan melewati jalan ke pusat kantor Pemko Tenko Raya. 

    Penduduk menyebutkan hampir setiap hari truk truk besar berisi batu bara melewati jalan.

    "Mungkin karena kelebihan tonase, pembangunan jalan tidak mampu menahan, akibatnya jalan mulai rusak, kalau rusak siapa yang bertanggung jawab? Pemko atau PLN?," Kata warga Surono.

    Ditambahkannya, PT Samantaka telah berada di jalan karena kesulitan menggunakan Ponton. Jadi PLN diduga memberikan pembebasan lahan karena kebutuhan bahan bakunya.

    "Ini harus dicegah, dan untuk menghindari kerusakan jalan, pengangkutan batu bara harus melewati sungai," katanya.

    Terpisah, sumber lain mengatakan, PLN sebenarnya tidak mengizinkan pengangkutan batubara melalui jalan darat. Namun PT Samantaka selalu bertengkar tidak bisa mengirim. Walaupun PLN membutuhkan batu bara, itu tidak akan diizinkan. 

    "PT Samantaka tidak memasok 10 ribu ton, tetapi bulan ini masih menjadi alasan PT Samantaka tidak dapat mengirimkan, sehingga diizinkan untuk mengangkut 10 ribu ton batubara," kata sumber itu.

    Dikonfirmasi kepada pihak terkait, dalam hal ini PT PLN, sebagai pengguna pemasok batubara dari PT Samantaka, mengatakan untuk indikasi kerusakan jalan karena kelebihan tonase bisa dikatakan tidak ada karena sebagian besar pengangkutan batubara melalui tongkang. 

    "Jika ada sambungan telepon rumah bisa dikatakan langka dan dalam kondisi tertentu, dan tentu saja itu sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Fendi Nusantoro, Asisten Manajer dan Komunikasi (Hubungan Masyarakat) PLN Kepri Riau untuk membuat keputusan melalui koneksi aplikasi WhatsApp pekan lalu.

    Menurut Fendi, asumsi sementara kerusakan jalan disebabkan oleh kehadiran proyek Medco dan pelebaran jalan oleh pemerintah daerah / pemerintah daerah yang melewati jalan tersebut.

    Untuk mengetahui PT PLN akan membangun PLTU 2x110 MW yang berlokasi di Kawasan Industri Tenayan, Desa Berlayar, Kabupaten Tenayan, lokasinya berada di Pinggiran Kota Pekanbaru. Akses dari pusat kota ke pembangkit listrik terhubung ke jalan yang baru dibangun sekitar 8 kilometer.

    Meski masih di Kota Pekanbaru, PLTU berada di tengah perkebunan kelapa sawit. Tidak jauh dari lokasi pembangkit, ada pemerintah pusat (Pemko) Pekanbaru.

    Dibangun di atas lahan 40 hektar, Pembangkit Listrik Tenayan terletak tak jauh dari Sungai Siak untuk memfasilitasi transportasi pasokan batubara yang membutuhkan satu juta ton per tahun, atau setara dengan 1.824 ton per hari.

    Direktur Bisnis Regional Sumatra PT PLN Amir Rosidin menjelaskan bahwa pembangunan PLTU Tenayan adalah sekitar Rp 1,31 triliun investasi oleh PT Rekayasa Industri, dengan PT.

    Sementara untuk bahan bakar menggunakan batubara kalori rendah 3.800-4.700 kilo kalori yang dipasok dari tambang batubara di Sumatera Selatan dan Jambi. (rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Warga Sesalkan Truk Bermuatan Batubara Lintasi Jalan Menuju PLTU
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Terkait PHK Sepihak, PT 148 Diduga Tidak Mengubris Anjuran Mediator Disnaker Pelalawan
    02 Penggunaan Tongkat Modifikasi, Polsek Tualang Gelar Pelatihan
    03 Kuasa Hukum Koperasi BBDM Minta Polres Bengkalis Tindaklanjuti Laporan Kliennya
    04 Remaja Mesjid BKPRMI Pelalawan Memberikan Bantuan Terhadap Para Korban Kebakaran
    05 Saat Pandemi, Diduga Klinik Sundari di Meranti Tak Pernah Merawat Pasien Covid 19
    06 9 Unit Rumah Ludes Dilalap Api Di Pangkalan Kerinci
    07 Kabar gembira, Satu lagi Warga Kabupaten Siak Positif Covid-19 Telah Dinyatakan Sembuh
    08 Menuju Even Porprov, KONI Gelar Rapat Koordinasi Perdana Tahun 2020
    09 Investor Sambut Baik Rencana Balon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis AMAN Kembangkan Sektor Maritim
    10 Ketua Komisi II DPRD Siak Kecewa Terhadap PT DSI
    11 Pemerintah Kecamatan Tualang Gelar Rapat sosialisasi New Normal Percepatan Penanganan Covid-19
    12 Pasca PSBB, Pemkab Siak Bersiap Terapkan New Normal
    13 Satu Santri Klaster Magetan Positif Covid-19 Telah Dinyatakan Sembuh
    14 Ketua DPRD Pelalawan Adi Sukemi Berikan Bantuan ke Masyarakat
    15 Kades Herman Ucap Terima Kasih, PT SAR Serahkan Bantuan Mobiler Untuk SDN 005 Desa Kiyap Jaya
    16 PSBB Siak Sesuai Harapan, Bupati Siak Berlakukan New Normal
    17 Kapolres Pelalawan Serahkan Bantuan 10 Ton Beras
    18 PAN Siak Lakukan Video Conference Dengan DPP PAN se Sumatra dan Jawa
    19 Bupati Alfedri Apresiasi Dukungan Pansus DPRD Siak
    20 Pemerintah Desa Pakning Asal Salurkan Bantuan BLT DD Kepada 157 Orang Warganya
    21 Polsek Tualang Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Uang Tunai Dalam Kotak Infaq Di Mesjid Raudhah
    22 Kasus Covid-19 Di Kabupaten Siak Menurun
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI