Sabtu, 17 November 2018
Follow Us ON :
 
 
| Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak | | Aktivitas Galian C Tak Berizin di Kabupaten Siak Kian Marak | | BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut | | Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak | | Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia | | Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
 
Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
Kamis, 16-08-2018 - 16:22:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Lembaga Adat Melayu Riau kedatangan beberapa orang warga Sekijang dan Masyarakat Tapung lainnya terkait permasalahan buku mapel Budaya Melayu Riau untuk kelas IX SMP terbitan Inti Prima Aksara (Inprasa) yang memuat fitnahan terhadap desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir, Kampar sebagai desa tempat persembunyian pasangan kawin lari, Kamis (16/8/2018) pagi.

    Fatmawati menyampaikan bahwa maksud kedatangan warga Sekijang dan beberapa masyarakat Tapung ini bertujuan untuk berkoordinasi, bersinergi dan bekerjasama, juga meminta bantuan LAM Riau untuk menarik buku yang sudah terlanjur beredar.

    "Kami datang ke Lembaga Adat Melayu Riau ini ingin berkoordinasi, bersinergi dan bekerjasama, bahkan meminta bantuan LAM untuk penarikan buku ini, karna LAM punya hak untuk melakukan itu, sebab buku Budaya Melayu Riau harus melalui verifikasi LAM Riau", ucap Fatmawati.

    Fatmawati yang juga dosen di UIR ini menceritakan kronologis awal ditemukannya tulisan yang menjadi polemik itu bermula dari salah seorang tetangganya anak SMP kelas IX yang menanyakan tentang kebenaran tulisan pada buku Mapel Budaya Melayu Riau (BMR) terbitan Inprasa.

    "Kebetulan tetangga saya anak SMP negeri kelas 3 SMP, dia bertanya, Benarkah Sekijang ini tempat kawin lari", ucap Fatma menirukan pertanyaan tetangganya.

    Mengetahui hal tersebut Fatmawati berkoordinasi dengan H.Ahmad Taridi, Kepala Desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir, dan sempat H.Ahmad Taridi menduga Sekijang yang dimaksud bukan Sekijang yang ada diTapung, melainkan Sekijang mati yang ada di Pelalawan.

    "Tapi sekarang dibuku ini ditulis dengan jelas desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar", tegas Fatmawati menjelaskan.

    Dalam sambutannya dikantor LAM Riau siang tadi Fatmawati juga merasa geram dan kesal dengan beredarnya buku tersebut kesekolah dan diajarkan kesiswa tanpa melalui seleksi atau pemeriksaan dari LAM Riau, bahkan tanpa diketahui oleh berbagai pihak, seperti dinas pendidikan kota Pekanbaru.

    "Saat ditanyakan kedinas pendidikan kota, mereka tidak tau, dan buku ini tidak pernah masuk ke LAM, artinya tidak pernah melalui lulus seleksi, pemeriksaan, verifikasi dari LAM, tapi kenapa beredar kesekolah-sekolah, ini membuat kita semakin geram, buku ini diedarkan kesekolah, diajarkan kesiswa, apakah tidak ada pengawasan dalam pengadaan buku kesekolah", paparnya

    Senada dengan itu Ketua LAM Riau, Al Azhar mengatakan dalam penerbitan buku tersebut pihak penulis memang tidak ada koordinasi ataupun verifikasi dalam hal itu.

    LAM Riau juga tidak terima dengan penulisan buku yang ditulis secara serampangan dan tanpa data yang akurat tersebut.

    "Menyamakan desa Sekijang dengan Sekijang mati, ini menunjukkan bahwa buku ini ditulis secara serampangan dan tidak mempunyai kajian pasti dalam penulisan sebuah buku", ujar Al Azhar.

    Al Azhar juga menegaskan tak perlu ragu pada LAM Riau, sebab LAM Riau berada diposisi yang benar dan juga tidak terima atas penulisan buku itu.

    "Jadi jangan ragu lagi, Lembaga Adat ini berada diposisi yang benar, Lembaga Adat juga tidak terima dengan proses pembuatan buku ini", ujarnya.

    Al Azhar juga menambahkan LAM Riau sepakat untuk meminta buku yang terlanjur beredar agar ditarik, dan juga setuju apabila warga Sekijang ingin menempuh jalur hukum.

    "Lembaga Adat Melayu Riau sepakat dengan Datuk-datuk untuk meminta buku ini ditarik, kemudian kalau Datuk-datuk merasa terhina, merasa difitnah, Datuk-datuk mau teruskan itu kemasalah hukum, Lembaga Adat Melayu Riau setuju", tambahnya.

    Selain itu Al Azhar juga menyampaikan maaf atas kelalaiannya karna terlambat mengetahui isi buku tersebut.

    "LAM meminta maaf atas keabaian, kecuaian karna terlambat membaca buku tersebut", ujarnya.

    Selain Al Azhar, Ketua LAM Riau, dan beberapa orang lainnya, turut hadir Sapaat, Ketua Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) dan Amir Hamzah dari Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST) Pekanbaru.

    Dan dari desa Sekijang juga hadir kepala desa Sekijang (H.Ahmad Taridi), Datuk Bendaro (Jhon Kenedi), Datuk Mangkuto (Yusran), Ninik Mamak (Saparudin), tokoh Pemuda Sekijang (Wal Asri) dan Basrul selaku aparat pemerintahan desa Sekijang.(Raf).



     
    Berita Lainnya :
  • Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut
    02 Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak
    03 Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia
    04 Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
    05 Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
    06 Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan UKPBJ Tingkat Kematangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta
    07 Wakil Bupati Siak Hadiri Upacara HDK 2018 Di Kantor Gubernur Riau
    08 Syukuran Pemugaran Istana Peraduan Siak 2018 Yang Di Bantu PT.RAPP
    09 Bupati Siak, Syamsuar Pimpin Upacara HSP ke-90
    10 Syamsuar Nobar Film IQRA' 1 Bersama Ribuan Anak Yatim di Kabupaten Siak
    11 GP Ansor Rohil kunjungi Korban Banjir
    12 Lomba Foto Tour de Siak, Ini Juaranya
    13 Bupati Irwan Buka Secara Resmi Tes CPNS Kepulauan Meranti 2018
    14 Koalisi LSM–TPK Bersama Rekan Media Kabupaten Meranti Laporkan Ke Kejari
    15 Luar Biasa!!! Kabupaten Meranti Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut Turut
    16 Tingkatkan Kapasitas Sentra Gakkumdu, Bawaslu Gelar Pelatihan Penyidik Pemilu
    17 Wabup Rohil Terima Penghargaan Proklim Dari Kementrian KLH
    18 Usai Klarifikasi Firdaus, Bawaslu Riau Minta Pendapat Ahli Pidana
    19 Pemkab Meranti Buka Permohonan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
    20 Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Sunaryo akan berikan RSUD Meranti Alat Canggih CT SCAN
    21 Pernak Pernik Kaum Sarungan di HSN 2018
    22 Pemda, LAM dan MUI Sepakat, Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi'
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI