Dorong APBD Pro Terhadap Penyelamatan Hutan dan Lahan, FITRA Riau Taja Diskusi Publik

Selasa, 30 Mei 2017

Kamis, 22 Desember 2016 17:38 WIB

Dorong APBD Pro Terhadap Penyelamatan Hutan dan Lahan, FITRA Riau Taja Diskusi Publik


SIAK,DELIKRIAU
- Diskusi penyelamatan Hutan dan Lahan di Kabupaten Siak yang di taja oleh Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), digelar di Hotel Grand Royal, Kamis (22/12).

Turut hadiri dalam diskusi tersebut Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, GMPKS (Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak), STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam), JMGR(Jaringan Masyarakat Gambut Riau), serta Media massa.

Buruknya tata kelola hutan dan lahan di Provinsi Riau salah satu penyebabnya. Ini disebabkan masih rendahnya partisipasi publik untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan sumber daya alam. Selain itu, pemerintah masih menutup ruang kepada publik untuk mengakses dokumen yang berkaitan dengan tata kelola hutan dan lahan.

Ketua Pelaksana Kegiatan Diskusi Publik Mendorong APBD Pro terhadap penyelamatan Hutan dan Lahan, Tarmizi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melihat dimana strategi Pemkab Siak terhadap kebijakan anggaran untuk pengelolaan penyelamatan hutan dan lahan.

Selama ini telah banyak kejadian kebakaran hutan dan lahan,disamping itu tentu adanya penguatan ekonomi masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan efek dari dampak kebakaran hutan dan lahan sangat menurun.

"Telah lama kita merancang terhadap kegiatan ini, apalagi Kabupaten Siak merupakan salah satu daerah yang ikut dalam program setapak untuk menyelamatkan hutan," kata Tarmizi.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Siak, Dr H Fauzi Asni MSi mengatakan, terkait dengan diskusi ini, bagaimana mendorong pemerintah dalam anggaran lingkungan. Siak juga telah memproklamirkan Kabupaten Hijau.

Terhadap Ruang terbuka hijau, dia memaparkan begitu pentingnya penyelamatan hutan dan lahan, namun kesemuanya itu tentubutuh anggaran. "Bukan hanya itu saja, namun penyelamatan daerah  aliran sungai siak juga kita jaga. Itulah keberpihakan kita terhadap penyelamatan serta pelestarian lingkungan," ucapnya.

Selain itu, kata Fauzi, kegiatan perambahan hutan juga harus diberantas. Sebab, semua itu menjadi tugas semua pihak. "Kita juga telah membuat visi kedepan serta kita juga turut andil dalam membuat kabupaten hijau. Mari kita selalu sinergi untuk membangun siak ini,agar siak kedepan bisa lebih maju dan lebih baik lagi," harap Fauzi.

Dilain pihak, peneliti Fitra Riau, Triono Hadi memaparkan tentang penyelamatan hutan dan lahan di Kabupaten Siak terhadap akses informasi tata kelola hutan dan lahan di Provinsi Riau.

"Kita telah memasukan data ke kabupaten siak untuk analisa terhadap informasi serta kebijakan anggaran," ujarnya.

Dikatakan, transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan dalam pengelolaan sumber daya alam. Keterbukaan menjadi salah satu syarat tata kelola sumber daya alam yang baik.

"Kita juga telah melihat terhadap kebutuhan untuk masalah lingkungan hidup ini, dan juga diperlukan berbagai anggaran. Yang perlu kita lihat adalah siak juga termasuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu diperlukan penanganan serius sesuai dengan luas lahan hutan yang ada di kabupaten siak," tandasnya.(fer/rls)

Share